Inspirator News PB– Ketua Asosiasi HIPAP (Himpunan Asosiasi Anak Asli Papua) Enderina Obinaru yang akrab disapa mama Ina, mengingatkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Papua Barat, Yohanis Momot untuk tidak banyak melakukan kegiatan luar dan harus banyak tinggal di Provinsi Papua Barat agar dapat bekerja maksimal.
Selaku mama-mama yang mewakili Kaum perempuan OAP (orang asli Papua ) Raja Ampat khususnya para kontraktor lokal kabupaten Raja Ampat, Enderina Obinaru mengingatkan bahwa banyak kontraktor yang datang dari luar yang mengaku adalah anak asli Raja Ampat melakukan pekerjaan di kabupaten Raja Ampat yang nyatanya mereka bukan bagian dari anak asli Raja Ampat.
Salah satu contoh yang sangat mencolok adalah kegiatan Bantuan Perumahan Rakyat dari Dinas PUPR Provinsi Papua Barat, kegiatan tersebut bukan kami pengusaha-pengusaha asli Raja Ampat yang kerja melainkan kontraktor dari luar raja Ampat yang datang kerja, hal ini membuat kami para pengusaha asli Raja Ampat sangat kecewa, makanya kami lakukan Pemalangan dan kontraktornya tidak boleh kerja sampai kami mendapat kejelasan dari dinas PUPR Provinsi Papua Barat saat itu,” ungkap Enderina.
Enderina juga menambahkan bahwa pasca Pemalangan tersebut ada pertemuan dengan pihak PUPR Provinsi Papua Barat dengan kami para kontraktor lokal di Raja Ampat ada kesepakatan yang mana bila palangnya di buka maka para kontraktor lokal ini yang asal Raja Ampat akan di berikan pekerjaan untuk di kerjakan hingga berita ini di turunkan tidak ada satupun pekerjaan yang di berikan,” imbuhnya.
“Kami sudah berbulan-bulan di Manokwari di suruh datang sesuai dengan kesepakatan yang mana kami telah di arahkan oleh Plt Kepala Dinas PUPR Yohanis momot melalui salah satu keluarganya,untuk masukkan nama-nama tapi ternyata semua hanya janji belaka dan tak kunjung terealisasi, kami sudah banyak mengeluarkan biaya makan dan minum serta biaya tempat tinggal cukup besar tapi kami seperti di permainkan,” pungkas Enderina.
Menurut Enderina Masyarakat Papua Barat sudah bosan dengan janji-janji pejabat di Papua Barat yang selalu mengatakan kepada masyarakat janji untuk membangun ini, membangun itu tetapi pada kenyataannya pembangunan itu tidak terealisasi di lapangan dan ketika kami kabupaten Raja Ampat kami akan kembali melakukan Pemalangan terhadap pekerjaan-pekerjaan yang turun di raja Ampat melalui Dinas PUPR Provinsi Papua Barat.
Dilain pihak Yosep Titirlobi,PA GMNI yang di konfirmasi wartawan inspiratornews.com, via telepon seluler mengatakan dengan tegas mengingatkan Plt Kadis PUPR untuk berhenti melakukan pencitraan, mengingat pemilihan Gubernur Papua Barat maupun Papua Barat Daya masih lama. Yosep mengingatkan agar yang bersangkutan menunjukkan prestasinya daripada sibuk membangun pencitraan di media, karena rakyat sudah bosan dengan kepemimpinan pejabat yang modelnya seperti itu.
“Kerja dengan bukti supaya rakyat menilai bukan pencitraan dengan baliho supaya rakyat menilai,” tegas Yosep.
Sebagai Pengacara lanjut Yosep, dirinya sudah mendapatkan laporan dari beberapa kontraktor tentang pekerjaan mereka yang tidak di bayar oleh
Dinas PUPR Papua Barat, dengan alasan anggaran tersebut tiba-tiba hilang dari mata anggaran yang sudah di anggarkan dalam APBD Papua Barat 2022.
Tentunya sambung dia, dalam waktu 2 hari kedepan ada gugatan kepada Dinas PUPR Papua Barat dan juga laporan polisi yang akan dilayangkan kepada mereka, kepada oknum-oknum yang diduga telah menggelapkan anggaran proyek jalan yang sudah selesai dikerjakan.(bn)











