Yayasan Pondok Pesantren Babussalam KM 12 Adakan Rapid Antigen Tanggap Tangguh Antisifatif Gesit Aktif dan Peka Covid-19

Paser, Pendidikan366 Dilihat

INSPIRATORNEWS.COM TANAH GROGOT – Minggu 06/06/2021.
Dalam waktu kurang lebih tiga hari kedepan 6 sd 8 /06 /2021 kedatangan para santri dengan berangsur angsur masuk kembali belajar di Ponpes Babussalam (BBS).

Muhammad Husien  selaku wakil  pengasuh PP BBS bersama rekan-rekan yang ada dilokasi Posko covid 19  bercerita kepada awak media  bahwa jadwal kedatangan para santri tersebut adalah sama seperti tahun lalu mengadakan protokol covid 19 .

Kegiatan tersebut  adalah bukti kongkrit  adanya kerjasama yang baik antara Pengasuh dan pengurus Yayasan Babussalam.

Adapun segala pembiyayaan Repid Antigen Covid 19 , sebanyak kurang lebih 400  Orang santri lama  ditanggung  oleh pihak Yayasan Babussalam.

Selain dari pada itu kata Ustad Husien  bulan berikutnya kami adakan juga kegiatan yang sama untuk santri baru sebanyak 230 orang santri.

Banyak hal yang perlu dipersiapkan saat tengah dalam proses pekerjaan adalah diantaranya pekerjaan operator, Sapras dan tenaga kependidikan .

Ditempat terpisah H Muis selaku pembina Yayasan Babussalam  mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan pengurus Yayasan dalam melakukan kordinasi  kerja sama yang baik, kompak dan bekerja kolektif  kita selalu memiliki etos kerja yaitu bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja Ihklas dan bekerja tuntas  .

Saya sangat berharap ujar H.Muis kedepan lembaga pendidikan Yayasan Babussalam  ini lebih maju lagi dan  dapat mencetak generasi yang dapat terjun langsung dimasyarakat, misalnya  pelayanan pardu kipayah , pintar kutbah jum’at , bisa membaja do’a selamat  do’a tahlil , bisa mengaji ,  serta pintar akademik dan bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi yang sesui cita-cita ujarnya.

Adapun Pengasuh Pondok Babussalam  ini adalah  : K H Muhammadun Mawardi, S.Pdi M.Pd  Alumni Hadra Maut.

Semoga ketua Yayasan Babussalam  H.Budi Rahman,Lc  dan anggota yang lain dapat melakukan kerjasama yang baik dan melakukan pembagian pokja masing- masing bidang  agar restrukturisasi organisasi dapat maksimal seperti yang dapat diharapkan, pungkasnya.(Mhni)