INSPIRATORNEWS.COM SAMARINDA – Polemik terkait adanya salahsatu siswi SMK di Kota Samarinda yang di tolak akan melakukan Magang atau Praktek Sekolah Ganda (PSG) di sebuah Hotel di Samarinda menuai pro kontra di masyarakat.
Menurut Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti kepada sejumlah awak media mengatakan perhotelan sebagai salah satu sektor industri, selalu bekerjasama dengan dunia pendidikan dan di setiap kerja sama selalu ada nota kesepakatan (MoU) bagi siswi yang ingin menjalani magang.
Tanggapan saya, ini kan hotel dan otomatis bekerjasama dengan pihak sekolah, pasti memiliki MoU. “Tapi harusnya ini dibicarakan terlebih dahulu di antara kedua pihak,” kata Sri Puji Astuti.
Menurutnya, setiap dunia industri seperti perhotelan tentu memiliki aturan dan kebijakan masing – masing.
“Mari kita bicarakan duduk satu meja, hal-hal apa yang perlu di bahas terkait permasalahan ini, agar supaya tidak menjadi konsumsi publik yang kurang baik di masyarakat,” jelas Sri Puji.
Lanjut Sri, memang ada beberapa pihak hotel yang tidak mewajibkan karyawannya untuk mengenakan hijab saat bekerja, terutama di bagian front office, dia ada aturan tersendiri dan SOP tersendiri.
“Ini bukan berarti pihak hotel melarang siswi tersebut menggunakan hijab tanpa aturan maupun alasan yang jelas, tapi ada solusinya dan bisa dimengerti oleh masing-masing pihak,” beber Sri Puji bersemangat.
“Kami minta masyarakat jangan cepat percaya dan mudah terprovokasi terkait berita-berita hoaks yang tidak berimbang, mari kita sikapi secara dewasa,” imbuhnya. (ADV/zlf)










