Soal Jalan Putus di Dondang Kukar, Seharusnya Pemerintah Peka dengan Mobilisasi Angkutan Berat dan Hauling Batubara Ilegal

Kukar359 Dilihat

INSPIRATORNEWS.COM KUKAR – Setelah ramainya pemberitaan terkait ruas jalan Dondang-Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara yang nyaris putus pada pekan lalu, dimana salah satu perusahaan pertambangan melakukan aktivitas di sekitar ruas jalan tersebut mendapat reaksi berbeda dari masyarakat umum.

Salah satunya Muhajir warga Dondang mengatakan kepada Media Inspiratornews.com pada Jumat (9/6/2023) membeberkan bahwa setiap hari mobil angkutan alat berat dan truk batubata ilegal melintasi jalan tersebut, dimana tonase kendaraan tersebut di atas 10 ton.

“Itu sudah menjadi pemandangan umum setiap hari kami melihat lalu lalang mobil berat dan truk batubara ilegal melewati jalan itu,” kata Muhajir.

“Kami sebagai warga Dondang tidak berdaya dengan kehadiran mereka melintas jalan umum, karena mereka ada yang membekingi,” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris LSM Jaringan Pemantau Pembangunan (JPPK) Kaltim Hermansyah menjelaskan seharusnya kita jangan menyalahkan satu pihak (perusahaan red) terkait hal ini, karena di satu sisi kita belum mengetahui apa penyebab utama sehingga ruas jalan itu putus.

“Sebenarnya banyak faktor di ruas jalan tersebut menjadi rusak atau putus, misalnya banyaknya kendaraan besar yang melintas di atas 8 ton dan maraknya truk pengangkutan batubara ilegal juga memberi andil kerusakan jalan tersebut,” kata Hermansyah.

Termasuk Pemerintah dalam hal ini, instansi terkait kurang tegas dan terkesan tutup mata serta kurang pengawasan dan penindakan karena ada pembiaran dari instansi terkait secara kasat mata tidak melarang angkutan truk batubara melintas di jalan umum, yang jelas sudah menyalahi Pergub Nomor 10 Tahun 2012 tentang larangan angkutan sawit dan batubara melewati jalan umum,” jelasnya.

Dan juga dari segi teknis, apakah proyek pekerjaan jalan beton itu sudah sesuai dengan spesifikasi dan perencanaannya, kenapa dengan anggaran puluhan miliar jalan tersebut mudah rusak dan patah, “Ini juga jadi bahan pertanyaan dan perlu di kaji bersama,” pungkasnya. (zlf)