Proyek Jalan dan Jembatan Sei Nibung yang Menghubungkan Desa Kadungan Jaya – Desa Pelawan Rampung Akhir Tahun 2025

Samarinda291 Dilihat

INSPIRATORNEWS.COM SAMARINDA – Jembatan Sungai Nibung di Kutai Timur, yang menghubungkan Desa Kadungan Jaya (Kaubun) dan Desa Pelawan (Sangkulirang), telah mengalami penundaan sejak tahun 2014 dan kini ditargetkan selesai pada Desember 2025. Pembangunan sempat terhenti dan dilanjutkan kembali, serta terus dipantau oleh Pemprov Kaltim karena dianggap vital untuk kelancaran transportasi dan ekonomi di wilayah utara Kutai Timur.
Memperlancar transportasi: Mengurangi ketergantungan pada kapal feri tradisional dan antrean panjang di pelabuhan.
Mendorong ekonomi lokal: Mempercepat laju distribusi logistik dan mempermudah akses pelayanan publik.
Memperpendek jarak tempuh antara Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang, serta ke kawasan Berau.
Tujuan: Mempermudah jalur transportasi orang dan barang, mempersingkat jarak ke Berau (seperti Talisayan dan Biduk-Biduk), dan mendukung ekonomi. Kepala Dinas PUPR Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda menjelaskan jembatan sepanjang 200 meter ini akan memperpendek jarak antara Desa Kadungan Jaya di Kecamatan Kaubun dan Kecamatan Karangan. “Bahkan memangkas waktu perjalanan sekitar 3 jam,” ungkapnya.

Pembangunan telah dimulai sejak 2014: Namun, proyek ini mengalami penundaan dan mangkrak selama bertahun-tahun
Dilanjutkan pada 2023: Pembangunan kembali dilanjutkan pada tahun 2023 dengan target penyelesaian pada Desember 2024
Masih banyak pekerjaan yang tertunda: Pada pertengahan 2025, konstruksi inti jembatan dan jalan penghubung masih belum selesai, meskipun ada desakan dari DPRD Kaltim agar segera dituntaskan jelas Aan Kasi. Jalan PUPR Kaltim.

Desember 2024: Ini adalah target awal untuk penyelesaian keseluruhan proyek.

Juli 2025: Ada target agar koneksi fisik antara kedua sisi jembatan selesai pada akhir Juli 2025.

Anggaran pembangunan Jembatan Sungai Nibung di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, dialokasikan secara bertahap. Pada tahun 2023, pagu anggarannya adalah sekitar Rp 58,5 miliar (bersumber dari APBD Provinsi Kaltim), dan untuk tahun 2024, dianggarkan tambahan sekitar Rp 104 miliar.  Secara total, proyek jembatan ini direncanakan menghabiskan anggaran hingga sekitar Rp 300 miliar yang berasal dari APBD Provinsi Kalimantan Timur.

Proyek ini merupakan penghubung vital antara Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau, dan diharapkan dapat menekan biaya logistik serta meningkatkan aksesibilitas di wilayah tersebut. Pembangunan jembatan ini telah berlangsung selama beberapa tahun dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025 tegas Hariadi Kabid. Bina Marga PUPR Kaltim.
Reporter: (AB)