Perampok Sikat 2 Kilo Emas di Pasar Villa Kenali Jambi Beraksi di Siang Bolong

Borneonews, Hukum190 Dilihat

INSPIRATORNEWS.COM  JAMBI –  Empat perampok bersenjata api (senpi) beraksi di siang bolong di kawasan pusat keramaian, kelurahan Mayang Mangurai, kecamatan Kota Baru, Senin (6/7), sekitar pukul 12.00 Wib. Kawanan bandit ini menyasar Toko Emas Sinar Gemilang yang berlokasi di pasar Villa Kenali. Sedikitnya 2 kilogram (kg) perhiasan emas berhasil mereka sikat dalam kejadian tersebut. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 2 Miliar.

Informasi di lapangan menyebutkan, seperti di kutip Jambione.com aksi kawanan perampok tersebut sangat cepat dan brutal. Mereka juga terbilang berani. Karena toko emas tersebut bersebelahan dengan posko Covid-19 yang biasanya dijaga polisi, TNI, Satpol PP dan Tenaga Kesehatan.

Keempat pelaku mendatangi Toko Emas Sinar Gemilang  menggunakan dua motor Yamaha Vixion. Para perampok sempat melepaskan sedikitnya delapan kali tembakan secara brutal.

Selain itu, mereka juga menondong pemilik toko emas dan sejumlah warga di sekitar lokasi. Tukang parkir Pasar Villa Kenali, Yuhasma, mengatakan aksi perampokan tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Di saat pasar tegah sepi. DIa mengaku sempat ditodong pelaku dengan senpi.

“Orang itu (pelaku) berempat pakek motor. Aku keno todong. Disuruh jongkok. Yang masuk ke toko satu orang. Selebihnya berjaga di depan toko,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian. Senin (6/7) siang.

Menurut Yuhasma, setidaknya ada delapan kali lebih tembakan yang dikeluarkan oleh perampok tersebut. Bahkan, peluru dari senpi pelaku menyasar kemana mana. Sehingga mengenai warga sekitar. “Dio nembak sebanyak  delapan kali dengan brutal. Ado duo orang yang keno pelurunyo,” ungkapnya.

Saksi mata lainnya, yang berbelanja di Pasar Villa, Heri, juga mengaku ditodong pelaku dengan senpi. ‘’Aku ditodong jugo. Pas kejadian itu tidak ada yang teriak, karena pelaku melespakan tembakan,” katanya.

Menurut Heri, para perampok itu menyikat semua emas yang berada di etalase toko tersebut. Bahkan toko sebelah juga ada yang terkena peluru nyasar. “Semua emas diambek. Ado yang keno peluru nyasar, duo orang. Dibawa ke Rumah Sakit,” pungkasnya.

Salah satu korban peluru nyasar yang ditembak kawanan perampok tersebut adalah Wicaksono. Dia merupakan pedagang buah-buahan (pisang) yang bersebelahan toko Emas Sinar Gemilang. “Saat kejadian aku lagi makan di dalam rumah. Posisi toko tebuka. Tibo-tibo terdengar suaro tembakan dan kaki aku luko. Pelipis anak aku jugo luko,” ujarnya, saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Wicaksono, dirinya sempat ribut dengan pelaku, karena kakinya mengalami luka. DIa mengaku tidak mengetahuinya kalau itu aksi perampokan. “Kaki aku luko, aku keluar dari rumah. Aku maki-maki, dio diam bae. Biak lah dio nak bepistol, kagek dulu. Untung istri aku nahannyo. Yo aku ngalah lah. Pas perampok pergi, baru tau itu aksi perampokan,” ceritanya.

Kemudian, sesudah komplotan perampok pergi, Wicaksono langsung dibawa ke Puskesmas, untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, Pemilik Toko Emas Sinar Gemilang, M. Jon mengaku ditodong pelaku dengan pistol. ” Empat orang yang Nampak. Dua orang langsung masuk (ke toko) nembak-nembak ke arah atas. Aku ditodong dan disuruh jongkok,” ujarnya, di depan tokonya, usai kejadian.

Menurut Jon, dua orang yang masuk ke tokonya langsung menjarah seluruh emas yang ia jual. Sementara dua orang lagi yang berjaga di luar, menembakan senjatanya. “Di dalam toko, perampok menembak 10 kali, yang di luar ntah berapo kali. Orang tu lah yang gasak emas, aku disuruh jongkok,” jelasnya.

Pada saat kejadian, lanjut Jon, pelaku merampok menggunakan masker dan helm.

“Pelaku make masker dan helm. Keempat orang yang tampak itu, menggunakan senjata semua,” bebernya.

Jon mengatakan, jumlah perhiasan emas yang dibawa kabur pelaku lebih kuran seberat 2 kilogram . Jika dirupiahkan sekitar Rp 2 M. Usai menjarah emas di etalase, pelaku langsung kabur ke arah jalan lingkar dari pasar ke arah Citra Land.

Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Suhardi Heri Haryanto mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Pemilik toko dan sejumlah saksi diminta keterangan untuk mengetahui kronologis serta dugaan penggunaan senpi. “Kita belum bisa pastikan menggunakan senpi atau tidaknya. Tapi di lokasi kita temukan selongsong peluru,” terangnya. (Yuf)