Mengenal lebih dekat sosok H. Mangkana pengusaha sukses asal Wajo
H. Mangkana pria asal Wajo kelahiran 1957 atau sering lebih dikenal dengan pangilan H. Kanang merupakan jebolan Sekolah Rakyat tahun 1967, di lingkungan Sekolah Rakyat di lingkungan Muhammadiyah dekat PasarTempe sekarang ini, dan hanya sempat mengenyam pendidikan sampai kelas 3 SR atau SD istilah sekarang ini.
Dia menceritakan kehidupannya di masa-masa sulitnya waktu dulu sampai dia merantau ke negeri seberang Pulau Kalimantan bersama pamannya, karna sejak kecil sudah ditinggal ayahnya dan merupakan putra tertua dari 3 bersaudara.
Dia juga menceritakan kalau dalam kesehariannya ketika masih bermukim di tanah Wajo pekerjaan sehari-harinya adalah menjadi nelayan tangkap dan sangat mengenal dengan Danau Lampulung, karena sempat menikmati hasil tangkapan ikan dari Danau Lampulung di kawasan rumah adat Atakkae.
“Saya pergi merantau sekitar tahun 1970 dan merupakan Warga Wajo asli,” Kata Haji Mangkana.
Selain terkenal sebagai pengusaha tambak udang yang mempunyai karyawan sekitar 800 orang dan punya 3000 an tambak binaan, juga punya hobi mengoleksi barang-barang antik termasuk salah satu rancangannya yaitu Warkop Mattirotappareng dengan menata barang barang seni yang ada didalamnya.
Rancangan tempat wisata yang dibuat di Kalimantan tanpa cetak biru, dan hanya dirancang oleh dia sendiri, di sana sudah sangat booming hanya karena musim covid jadi ditutup sementara, karna dia harus menjadi contoh pengusaha lain.
Dalam pertemuan saudagar Bugis beberapa tahun lalu di Makassar, Dia diundang sebagai pembicara dan sempat menjadi perhatian para saudagar saudagar Bugis utamanya dalam pemberian motivasi.
Diceritakan dalam lingkungan perusahaan yang dia Pimpin tidak ada yang namanya anak manis, karna salah jika seorang pimpinan ketika menganak maniskan salah satu karyawannya, cuma kalau dalam karakter memang ada namanya perbedaan karakter.
“Dalam pemberian penilaian kita harus melihat kerajinannya dan kami juga suka ketika ada karyawan yang istilahnya vocal, dalam artian vocal membangun yang bisa memberikan solusi, jangan pernah menjadi raja dalam suatu perusahaan, ” Kata H. Mangkana.
Di ceritakan juga kalau malam hari dia mengundang pimpinan yang ada dalam perusahaannya untuk diajak ngopi sambil mengeluarkan unek unek, daripada menghadapi suasana rapat yang kadang bikin tegang.
“Dari sanalah kita bisa tangkap jika ada keluhan dan dari sinilah juga saya mendapatkan ilmunya, kadang dalam seminggu kami mengajak dua kali Ngopi ngopi bareng, ” Kata H. Mangkana.
Pria jebolan kelas 3 SD ini pun dapat menceritakan lengkap tentang manajemen dan itu diaplikasikan langsung ke dalam perusahaan yang dipimpin.
Dia juga mengatakan kalau dalam bersikap dalam kehidupan sehari hari supaya jangan hanya memikirkan diri sendiri, ada Tuhan yang mengatur.
“Kita jalan di jalan yang lurus dan menerapkan bicara yang sebenarnya, ” Katanya.
Juga disampaikan bahwa aset yang paling tinggi adalah persaudaraan, kerja dengan Perinsip biar sedikit yang penting membawa berkah, kerjalah dan berpenghasilanlah hasil dari keringat sendiri.
Sekedar diketahui Haji Mangkana diundang khusus ke Wajo meninjau kemungkinan adanya kerjasama tempat wisata Atakkae, dan kemungkinannya akan dilirik oleh dia untuk dijadikan sesuatu yang berbeda walaupun tampa mengubah struktur aslinya
Dalam pertemuan di Rumah Jabatan Bupati Wajo di Passanggarahan , dia memboyong salah seorang anggota DPRD Kutai Kertanegara dua periode asal Wajo Herry asdar yang merupakan ketua fraksi Golkar DPRD Kutai Kertanegara.
Saat bertemu dengan Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, H. Mangkana didampingi oleh H. Ambo Sallo, yang juga merupakan salah seorang pengusaha sukses Wajo yang juga memiliki perhatian besar terhadap usaha pariwisata dengan menyediakan Mall, hotel dan sarana rekreasi keluarga.
Pengusaha sukses kalimantan asal Wajo ini melirik pengembangan wisata Atakkae, ini karna ketertarikannya dengan pengembangan daerah asalnya termasuk sektor pariwisata.
Dengan nantinya mencoba mendatangkan konsultannya untuk memikirkan, bagaimana baiknya nanti lokasi wisata Atakkae ke depan. yang mudah mudahan dapat terwujud dan ini juga sangat di apresiasi oleh Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud.
“H. Mangkana memiliki semangat kerja yang luar biasa sehingga kami mengajaknya untuk kembali kampung, untuk ikut membangun kampung halamannya,” Kata Bupati Wajo diakhir komentarnya.
( Selviedi)





