INSPIRATORNEWS.COM SENDAWAR – Membangun suatu kampung tidak hanya dengan membalik telapak tangan akan mudah berhasil akan tetapi perlu kerja keras dan dukungan bagi seluruh masyaraakat kampung untuk bersama –sama membangun kampung Sekolaq Muliaq menjadi kampung maju, mandiri yang berbasis adat dan budaya.
Demikian penuturan petinggi kampung Sekolaq Muliaq kecamatan Sekolaq Darat kabupaten Kutai Barat Nanang ketika di jumpai di ruang kerjanya Selasa (4/2/20) mengatakan untuk pembangunan di kampung Sekolaq Muliaq sudah berjalan dengan baik bahkan tahun kemarin sudah terlaksana semua pembangunan yang telah di programkan sesuai hasil musrengbang kampung.
Khusus untuk pembangunan tahun 2020 ini kami telah memprogramkan pembangunan lanjutan pembukaan jalan usaha tani di 3 titik, pembangunan drainase dan penambahan gedung posyandu, ini semua telah di programkan untuk di laksanakan tahun ini.
Disamping itu juga peningkatan di sektor kesehatan yang meliputi pelayanan kesehatan, pemberian gizi dan stanting termasuk pelatihan kepada ibu PKK berupa pelatihan cara menjahit , anyaman serta bercocok tanam seperti sayur mayur dan apotik hidup.
Khusus untuk peningkatan SDM, kami telah memprogramkan pemberdayaan di sektor pertanian dan perkebunan salah satunya adalah tanaman padi dan kebun karet, dimana kami akan bekerjasama dengan dinas terkait untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada warga bagaimana cara bertani dengan hasil yang banyak.
Kalau di sektor Bumka kami telah mengelola usaha seperti penggilingan tepung, mesin perontok padi, penyewaan kursi, peternakan ayam dan itik serta pengelolaan pasar malam. Disamping itu kami juga akan merencanakan pengembangan di sektor wisata air terjun sebagai usaha dan pengembangan obyek wisata di kampung Sekolaq Muliaq.
Lanjut petinggi Nanang, kampung Sekolaq Muliaq di huni sekitar 1012 jiwa dengan 368 kk dengan bermata pencaharian sebagian besar warganya adalah petani karet dan sebagian swasta, kami akan terus bekerja dan siap membangun kampung Sekolaq Muliaq menjadi kampung yang maju, mandiri yang berbasis adat dan budaya, Bebernya.(zlf)











