INSPIRATORNEWS.COM SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim daerah pemilihan Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu Martinus menegaskan bahwa sarana kesehatan di Kabupaten Mahakam Ulu masih serba kekurangan dan jauh dari harapan karena jarak tempuh ke rumah sakit rujukan ke Kubar memerlukan waktu 3-4 jam.
Menurut politikus PDIP ini, menjelaskan fasilitas kesehatan di sana masih minim apalagi di 2 kecamatan yaitu Long Pahangai dan Long Apari yang mana wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Serawak Malaysia memang akses transportasi agak sulit dan memerlukan biaya besar, beber Martinus saat di jumpai awak Media minggu lalu.
Sebenarnya pemerintah sudah membangun rumah sakit pratama di Long Pahangai dan di Ujoh Bilang namun sarana dan fasilitasnya belum standar, apalagi banyak dokter atau perawat yang tidak betah karena situasi dan kondisi sangat terbatas seperti aliran listrik yang terbatas dan sarana telekomunikasi juga terbatas.
“Kami akan mengupayakan kepada pemerintah pusat maupun daerah untuk bersama-sama mengusulkan anggaran lebih besar terkait untuk fasilitas kesehatan karena sarana itu adalah sarana vital bagi warga, apalagi warga yang jauh dari perbatasan butuh penanganan medis yang lebih baik,” katanya.
“Saya akan kordinasi dengan Pemkab Mahulu apa saja kebutuhan mendesak di bidang kesehatan yang perlu di siapkan, apakah sarana gedungnya atau sarana alat kesehatan (Alkes) serta SDM-nya,” bebernya.
Lanjut Martinus, pihaknya akan minta kepada Pemkab setempat untuk membuat proposal pengajuan, mengawal dan mengadvokasi melalui komisi IV DPRD Kaltim yang membidangi kesehatan.
Dia mengatakan, sebagai anggota DPRD Kaltim yang berasal dari dapil Mahulu sudah menjadi kewajibannya untuk membantu mensejahterakan masyarakat.
Martinus menjelaskan, dalam waktu dekat di anggaran perubahan akan susah melakukan pengajuan, karena alokasi anggaran perubahan 2021 sudah masuk dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) yang berdasarkan hasil musrembang dari tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten hingga ke provinsi, makanya kami akan memperjuangkan anggaran paling minim di tahun 2022 agar fasilitas kesehatan di Mahulu sejajar dengan daerah lainnya di Kaltim. imbuhnya.(zlf)





