INSPIRATORNEWS.COM TENGGARONG – Ketua DPRD Kutai Kartanegara, Ahmad Yani, menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara yang dipusatkan di Tenggarong selama sepekan ke depan dapat berjalan lancar, damai, dan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat.
“Kami berharap seluruh rangkaian bisa terlaksana dengan baik, damai, dan masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam berbagai sub-kegiatan yang telah direncanakan,” ujar Ahmad Yani.
Namun lebih dari itu, Ahmad Yani mengusulkan agar ke depan, perayaan Erau tidak lagi hanya menjadi agenda tingkat kabupaten, melainkan dapat diangkat menjadi agenda Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Selama ini Erau hanya dilaksanakan di tingkat kabupaten dengan pendanaan dari Pemkab Kukar. Padahal, Kesultanan Kutai itu adalah Kesultanan Kalimantan Timur, bukan hanya Kutai Kartanegara,” tegasnya.
Ia menilai, bila pelaksanaannya disinergikan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Timur, maka gaungnya bisa jauh lebih besar, dengan pelibatan peserta se-Kaltim dan berpotensi menjadi ajang silaturahmi antar daerah.
Hal ini, kata Yani, tercermin dari antusiasme para tamu undangan dalam pembukaan Erau tahun ini, yang dihadiri oleh Gubernur, Wakil Gubernur, Ketua DPRD Provinsi, hingga Menteri. Ia menyebut kehadiran para pejabat tersebut sebagai sinyal kuat bahwa Erau layak dikembangkan menjadi event kolaboratif berskala nasional bahkan internasional.
“Erau adalah pesta adat yang harus terus dikembangkan, dipelihara, dan dilestarikan. Jika gaungnya diperluas, dampak budayanya akan lebih terasa, sekaligus menjadi daya tarik wisata yang besar bagi Kalimantan Timur,” katanya.
Sebagai langkah pengembangan, Yani mengusulkan agar event ini dikemas dengan lebih modern tanpa meninggalkan akar tradisinya. Misalnya dengan menyelenggarakan expo budaya yang menghadirkan ragam budaya lokal maupun dari luar Kalimantan Timur.
Ia juga mengingatkan bahwa Erau telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda, sehingga sudah saatnya pelaksanaan kegiatan ini ditingkatkan secara teknis maupun jangkauan pesertanya.
“DPRD Kukar tentu tetap mendukung melalui APBD setiap tahunnya. Namun, jika dilaksanakan bersama dengan pemerintah provinsi, pelaksanaannya bisa lebih lama dan dampaknya akan lebih luas. Ini adalah pesta kita semua, bukan hanya untuk masyarakat Kutai Kartanegara, tetapi untuk Kalimantan Timur secara keseluruhan,” tegasnya. (ADV/Zlf)





