INSPIRATORNEWS.COM TENGGARONG – Ruang Rapat Kantor Kecamatan Loa Janan menjadi pusat perhatian ketika Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara Dapil IV (Loa Kulu, Loa Janan, Samboja Barat), Ibu Hamdiah Z, S.Pd, menggelar Reses Tahap III Masa Sidang I Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan agenda resmi DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah dapil.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Loa Janan, Drs. Hery Rusnadi, Kapolsek Loa Janan, serta perwakilan dari Danramil Loa Janan. Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh para peserta reses yang berasal dari unsur kelembagaan, organisasi masyarakat, dan perwakilan desa se-Kecamatan Loa Janan.
Dalam sambutannya, Ibu Hamdiah Z, S.Pd, menyampaikan bahwa reses bukan sekadar kegiatan formal, melainkan momentum penting untuk mendengar langsung aspirasi, keluhan, masukan, dan kebutuhan masyarakat.
“Reses adalah waktu bagi saya untuk turun langsung dan bertemu masyarakat di dapil. Semua masukan akan kami serap dengan baik dan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran maupun kebijakan daerah,” ujar Hamdiah.
Beliau menekankan bahwa pembangunan harus berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat dan harus melibatkan seluruh unsur pemerintahan serta kelembagaan di tingkat kecamatan dan desa.
Camat Loa Janan, Drs. Hery Rusnadi, yang turut hadir dalam kegiatan ini, memberikan apresiasi atas terselenggaranya reses di wilayah kerja Kecamatan Loa Janan.
“Kami sangat menyambut baik pelaksanaan reses ini. Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, desa, dan legislatif adalah kunci penting dalam merumuskan pembangunan yang tepat sasaran. Aspirasi masyarakat Loa Janan harus tersampaikan dengan baik agar mendapatkan perhatian pada tingkat kebijakan kabupaten,” ujarnya.
Camat juga menekankan bahwa hasil reses harus menjadi bagian integral dari rencana pembangunan wilayah Loa Janan, terutama pada sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Perwakilan desa dan kelembagaan yang hadir menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari:
kebutuhan perbaikan infrastruktur jalan,
peningkatan layanan kesehatan,
penguatan program pemberdayaan ekonomi,
dukungan alat penanggulangan bencana,
hingga aspirasi terkait sektor pendidikan dan kepemudaan.
Diskusi berjalan dinamis, terbuka, dan penuh antusiasme. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan permasalahan di wilayah masing-masing.
Ibu Hamdiah menyampaikan bahwa seluruh aspirasi akan ditampung dan diprioritaskan sesuai kebutuhan mendesak masyarakat serta sesuai ketentuan anggaran. (ADV)





