INSPIRATORNEWS.COM MAHAKAM ULU – Nawa Cita Presiden RI Joko Widodo yaitu membangun dari perbatasan, terluar dan terdepan mungkin hanya wacana saja bagi sebagian warga Kabupaten Mahakam Ulu khusunya warga Kecamatan Long Apari sebagai kecamatan garda terdepan yang berbatasan langsung dengan Serawak Malaysia.
Kecamatan Long Apari terdiri dari 10 Desa dengan ibukota kecamatan Tiong Ohang yang berjarak kurang lebih 920 kilometer dari Samarinda Ibukota Kalimantan Timur.
Kecamatan Long Apari dihuni oleh 1436 KK. Jumlah keseluruhan penduduk Kecamatan Long Apari adalah 4.298 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki 2.279 orang dan jumlah penduduk perempuan 2.019 orang.
Mayoritas Penduduk Kecamatan Long Apari adalah kelompok suku Dayak antara lain Punan, Havongan, Bukot, Penihing dan Aoheng serta Bahau dan Bakumpai, selain itu suku pendatang seperti Suku Jawa, Bugis dan Flores juga ditemukan diwilayah kecamatan ini.

Salah satu warga Long Apari Samson kepada Media Inspiratornews.com mengatakan sungguh lengkap penderitaan warga perbatasan Long Apari mulai dari infrastruktur yang minim, bahan-bahan pokok yang melambung tinggi termasuk sarana telekomunikasi juga minim dan lapangan kerja yang susah.
Samson mencontohkan, banyak anak-anak Long Apari setelah selesai kuliah dan menyandang gelar sarjana tidak dapat bekerja dan mengabdi kembali ke kampung halaman akibat ada kebijakan pusat, sehingga anak-anak asli daerah tersingkir malah warga pendatang dari luar Kalimantan yang direkrut jadi pegawai.
Selain itu, infrastruktur yang minim, mulai dari jalan, jembatan, air bersih dan PLN.
Dan perlu diketahui dari tahun 1945 sampai sekarang tahun 2023 secara khusus Jalan Poros lintas provinsi masih tanda tanya kapan masyarakat bisa menikmatinya dan perlu juga pemerintah ketahui bahwa satu satunya urat nadi transportasi di kecamatan perbatasan ini hanya lewat sungai yang sering memakan korban begitu banyak.
Juga ditambah dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan. Belum lagi saat ada keluarga yang sakit dalam keadaan kritis dirujuk ke Rumah Sakit Pratama yang ada di Long Pahangai, namun belum sampai di Rumah Sakit sudah meninggal di.perjalanan karena lewat sungai atau riam yang penuh tantangan.
“Kami mohon pemerintah daerah maupun pusat untuk membuka mata terkait jeritan warga dari perbatasan Kecamatan Long Apari,” kata Samson.
Setidaknya infrastruktur jalan yang utama yang harus di prioritaskan antara Tering Kabupaten Kutai Barat sampai ke ujung perbatasan, agar dapat menekan tingginya biaya angkutan sungai.
“Kami hanya sebagian warga yang newakili jeritan warga agar pemerintah berlaku adil dalam melaksanakan pembangunan, jangan di anaktirikan,” pungkasnya. (zlf)






