Akibat Sungai Mahakam Surut di Kabupaten Mahakam Ulu, Warga Long Apari Menjerit Harga Beras 25 kg Rp1,2 Juta

Mahulu149 Dilihat

INSPIRATORNEWS.COM MAHAKAM ULU – Memasuki musim kemarau, hulu Sungai Mahakam yang melintasi Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, surut dalam dua minggu terakhir. Hal ini membuat sulitnya distribusi bahan pokok. Harga beras di Desa Long Apari, Kecamatan Long Apari, mencapai Rp 1,2 juta.

“Harga beras satu karang isi 25 kilogram sudah Rp 1,2 juta di Long Apari,” ujar Agustinus Lejiu (47), warga yang berasal dari Long Apari, dihubungi, Senin (28/7/2025).

Sebagai gambaran, Desa Long Apari adalah daerah paling hulu Sungai Mahakam, sungai terbesar di Kalimantan Timur yang merentang sekitar 920 kilometer dan daerah yang berbatasan langsung dengan Serawak Malaysia.

Harga beras yang melonjak tinggi itu disebabkan jalur sungai tak bisa dilalui untuk mengangkut bahan kebutuhan pokok yang sebagian besar didatangkan dari Kota Samarinda, pusat pemerintahan Kaltim.

Padahal, Sungai Mahakam menjadi jalur utama orang bepergian dan angkut barang di Mahakam Ulu. Lejiu mengatakan, surutnya sungai membuat permukaan air mendekati dasar sungai.

Di sejumlah titik sungai, permukaan air semakin mendekati bebatuan sungai. Beberapa batu besar bahkan menyembul ke atas permukaan air. Hal itu membuat perahu sulit melintas karena banyak batu menghadang dan arus sungai tak beraturan—warga menyebutnya riam atau jeram.

Sembako biasanya diangkut menggunakan long boat atau perahu kayu besar. Lejiu bercerita, sedikitnya sudah ada empat kejadian perahu pembawa sembako jebol lantaran menabrak batuan cadas.

Harga beras di Long Apari, Mahakam Ulu, 25 kilogaram di angka Rp 1,2 juta sudah di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah. Artinya, beras di Long Apari Rp 48.000 per kilogram.

Adapun HET beras premium untuk wilayah Kalimantan Rp 15.400 per kilogram. Sulitnya distribusi bahan pokok membuat beras di Long Apari lebih dari tiga kali lipat HET.

Warga berharap ada solusi terkait kelangkaan subsidi barang dan sembako, pemerintah harus peka melihat warganya yang sengsara termasuk infrastruktur jalan dan jembatan di prioritaskan di pedalaman hulu Sungai Mahakam. (Dn)