Haris Akbar; Aktivis Senior Alor di Kota Karang

Ekobis, Ekonomi473 Dilihat

Haris Akbar; Aktivis Senior Alor di Kota Karang

Oleh : Rahmad Nasir

Anak Alor bernama Haris Akbar lahir di Buraga pada tanggal 19 September 1970. Haris kecil menempuh pendidikan di SD GMIT Buraga-Alor lulus tahun 1984. Menjelang remaja ia berhijrah ke Kota dan menamatkan pendidikan di sekolah menengah yakni SMP PGRI di tahun 1987 dan SMA N 1 Kalabahi jurusan IPA di tahun 1990. Meski di zaman itu cukup sulit namun dengan tekat juang yang kuat ia berhijrah lagi ke Kota Propinsi dan menamatkan pendidikan Perguruan Tinggi S1 FKIP Universitas Nusa Cendana Kupang pada tahun 1997. Pria yang memiliki hobby berolahraga ini selama menjadi mahasiswa menggeluti dunia aktivis dan tercatat menjadi Ketua Bidang HIMA PDU FKIP Undana, Wakil Senat mahasiswa tahun 1994. Hal yang menjadi prestasi tersendiri dan terus diceriterakan oleh para juniornya hingga kini yakni memimpin sebagai Ketua Umum Kerukunan Mahasiswa Nusa Kenari (KEMAHNURI) yang pertama periode 1992-1994 dan berlanjut mimpin organisasi mahasiswa sekelas HMI sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kupang Periode 1995-1996. Sama seperti Dr. Imanuel Blegur yang menjadi orang Alor pertama yang menjadi Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indoensia (GMKI) bahkan menjadi pimpinan di level pusat.

Itulah catatan dimulainya orang/kader Alor mulai memimpin organisasi HMI di Kupang hingga saat ini deretan nama-nama anak-anak Alor menjadi ketua umum HMI semakin hari semakin banyak seperti Seniardin badu (eks Anggota DPRD Alor/Ketua DPD PBB NTT), Ishak Bana (LPMP NTT), Kasim Bapang (Sekum PPP NTT/Koord Madaris Institute NTT), Abdul Munir Sara (Staf Ahli DPR RI F PAN), Muhammad Daeng Kinanggi (Direktur Utama PDAM Alor), Boli Tonda Baso (Akademisi Undana), Hamid K. Hobol (Staf Ahli DPR RI PAN), Ismatullah H. Iskandar (SMA Muhammadiyah Kalabahi/Kontraktor), Abdul Syukur Oumo (Staf Ahli DPR RI F PAN), Munawir Laamin (Komisioner KPU Alor) dan Adnan Suluwetang (sekarang) dan insya Allah akan banyak kader-kader kalangan “pantai” selanjutnya pada masa mendatang. Selain itu berbagai kader-kader Alor potensial pelanjutnya atau seangkatan dengannya seperti A. Haris Kapukong (Kadis di Pemda Alor), Irwan A. Kadir (mantan sekretaris 3 Dinas di Alor), Abdul Muas Kammis (Kadis Perindag Alor), dan ribuan kader lainnya.
Haris Akbar menikah dengan Sanawati Hasan dan dikaruniai anak bernama Zafran Akbar dan Nyai Harifah Akbar. Ayahnya yang bernama H. Basoa Akbar (alm) yang dikenal sebagai pedagang ulet yang berdagang antar pulau dan cukup terkenal di kalanganan Gunung Besar Alor dan ibunya bernama Hj. Soso Gonggo (alm). Mungkin kepemimpinan genetik dari orang tuanya yang membuat Haris Akbar terus menjadi inisiator dalam berbagai urusan publik. Ia menjadi insiator serta menegaskan fungsi kepeloporan beliau telah mengantarkan motivasi dan ekspektasi bagi anak muda Alor yang merantau di Kupang untuk berkompetisi dengan kelompok lain dalam dinamika kehidupan di ibu Kota Propinsi. Anak-anak Alor tidak malu atau canggung untuk menggapai mimpi-mimpi di dunia kemahasiswaan, dunia pergerakan dan sebagai aktivis di berbagai organisasi baik berbasis nasional ataupun kesukuan dan variabel lainnya.

Dengan menempatkan posisi sebagai inspirator bagi generasi di bawahnya maka sampai saat ini Haris Akbar menjadi tokoh panutan dan tempat berkonsultasi para kader-kader Alor maupun junior-junior di kelompok Cipayung plus (HMI, GMKI, GMNI, PMKRI dan lain-lain) untuk belajar menjadi pemimpin serta memberikan kemanfaatan bagi banyak orang, umat dan bangsa.
Setelah selesai menempuh pendidikan di Undana, ia diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS/Guru) dan hingga hari ini berpangkat Pembina IV/b dan saat ini dipercaya Gubernur Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pendidikan Propinsi NTT sebagai kepala SMA N. 8 Kupang yang berlokasi di Osmok Kupang. Kepemimpinan sebagai kepala sekolah telah menorehkan beberapa prestasi yakni sekolah yang dipimpinnya terpilih dari Kementrian sebagai sekolah zonasi di NTT dari 43 sekolah di Kota Kupang hanya 2 yang terpilih yakni SAMA N. 8 Kupang dan SMA N.5 Kupang. Selain itu mendesain sistem berdemokrasi bagi pemilihan Ketua OSIS di sekolahnya sebagaimana yang terjadi di pesta demokrasi dalam politik praktis.
Selama menjadi PNS berbagai kursus/pelatihan yang diikuti dalam pengembangan diri di antaranta adalah Diklat Kewirausahaan di Jakarta pada tahun 1995, Penataran Kurikulum Berbasis Kompetensi di Kupang tahun 2003, sertifikasi guru di Bali pada tahun 2007 serta Kebankestralan di Kupang tahun 2007. Hal ini dilakukan dalam upaya memenuhi kompetensi atau memperkuat profesinya sebagai guru/kepala sekolah. Dalam kesibukannya di dunia pendidikan, ia tetap berkarir dalam dunia kemasyarakatan dalam deretan berbagai aktivitas sebagaimana berikut. Asosiasi Guru Ekonomi Indonesia (AGEI) Kota Kupang sebagai Ketua Umum pada tahun 2007, FOKUS Kota Kupang sebagai presidium di tahun 2007-2011, Sekretaris Umum Forum Guru Muslim di tahun 2005, Wakil Ketua Komisi Ukhwah Islamiyah MUI NTT tahun 2006-2010, di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) NTT dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang pada tahun 2006-2010, selanjutnya adalah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTT diamanahkan sebagai Wakil Sekretaris pada 2006-2008. Untuk Korps Alumni HMI (KAHMI) NTT ditugaskan sebagai sekretaris Umum sejak 2005 s/d 2009. Sekretaris Umum FORTANAS NTT tahun 2009-2013. Selain itu, LPTQ NTT diamanahkan sebagai Wakil Sekretaris periode 2007-2012. Klub Guru NTT sebagai Dewan Komisaris pada 2008-2012 serta Dewan pertimbangan KNPI NTT sebagai wakil sekretaris 2010-2014.
Amanah-amanah ter-update sekarang di antaranya adalah Ketua Umum Alumni Ekonomi PDU Undana, Ketua Asosiasi Guru Ekonomi Indonesia NTT, Wakil Ketua 1 MKKS SMA Kota Kupang, Ketua Ikatan Keluarga Kepulauan Alor, Pengurus Organisasi Tarlam Tomigenuk NTT, Dewan penasehat kemahnuri dan Dewan Penasehat IKMAS ABAD serta pemegang mandat Asosiasi Perumahan Murah Nasional (APERNAS) NTT.
Kini Haris Akbar semakin menikmati menjadi seorang guru sekaligus Kepala SMA Negeri 8 Kupang dengan membawa gaya kepemimpinan selama berkativis masuk ke dunia persekolahan/pendidikan sehingga kelihatannya memberikan warna tersendiri di antara sekolah-sekolah lain di NTT. Haris Akbar kini digadang-gadang untuk turun ikut serta dalam pesta demokrasi di Kabupaten Alor sebagai Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati Alor pada periode mendatang. Berbekal pengalamannya di berbagai organisasi tentu Haris memiliki segudang pengalaman kepemimpinan serta jaringan yang kuat sampai ke level nasional sehingga jika menjadi pemimpin nantinya akan memberikan yang terbaik bagi Nusa Kenari tanah tumpah darahnya “Alor Tanah Terjanji”. Sontak banyak aktivis terutama junior-juniornya memiliki harapan tersediri bagi senior yang akan turun gelanggang dalam kontestasi politik tersebut. Meski demikian, semua berpulang pada beliau untuk memutuskan apakah memilih tetap berkarir di kupang dalam dunia pendidikan ataukah mau berhijrah dalam politik praktis di Alor?. Mari nantikan!.

Editor : AR Kp