INSPIRATORNEWS.COM SAMARINDA – Proyek pembangunan Teras Samarinda yang di bangun.di kawasan Tepian Mahakam atau persis.di depan Kantor Gubernur Kaltim sampai saat ini belum selesai pengerjaannya.
Menurut anggota Komisi II DPRD Samarinda Anhar menyatakan ketidakpuasannya terhadap kinerja kontraktor, dan mengaitkan keterlambatan ini dengan budaya Indonesia yang cenderung tidak tepat waktu.
Ini sudah menjadi sesuatu yang biasa di Indonesia. Apa sih yang di Indonesia tidak molor, kolor aja molor,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa bahkan proyek-proyek besar, seperti pembangunan Ibukota Nusantara (IKN), tidak luput dari keterlambatan. “Masalahnya itu, proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) aja molor. Kalau habis duit enggak dikerjakan, kalau molor itu biasa aja itu,” katanya.
Kami sudah mewanti-wanti pihak kontraktor bahwa pekerjaan tersebut harus selesai tepat waktu, agar supaya masyarakat Samarinda dapat menikmati tempat santai di kawasan Tepian Mahakam,” jelas Anhar.
Tak kalah mengkhawatirkan, alasan cuaca sering dijadikan tameng untuk menunda proses pembangunan Teras Samarinda. Anhar menekankan perlunya seleksi yang lebih ketat terhadap kontraktor, dengan saran agar yang tidak mampu menyelesaikan proyek tepat waktu sebaiknya dimasukkan dalam daftar hitam dan tidak diikutsertakan dalam proyek-proyek mendatang.
“Saya pikir pemerintah lebih selektif dalam pemilihan kontraktor. Kalau terlalu lama menyelesaikannya lebih baik di-blacklist saja kontraktornya. Tidak usah dipakai lagi ke depannya,” katanya.
“Yang jelas persoalan ini telah menjadi bahan evaluasi kepada pihak kontraktor yang di anggap lambat dalam menyelesaikan pekerjaan,” tegasnya.
“Kami berharap semoga dalam waktu dekat ini proyek tersebut sudah selesai,” imbuhnya. (Zlf/ADV)





