Dambaan Masyarakat Desa Tertinggal di Kecamatan Bongan Kubar, Inginkan Pemerataan Pembangunan Prioritas Jalan dan Jembatan

Kubar, Pembangunan526 Dilihat

INSPIRATORNEWS.COM SENDAWAR – Geliat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Provinsi Kalimantan Timur sudah berjalan dengan baik, akan tetapi tidak pada 4 Desa di Kecamatan Bongan Kabupaten Kutai Barat, yakni Desa Lemper, Deraya, Tanjung Soke dan Gerunggung berpredikat sebagai desa sangat tertinggal di Kaltim.

Kalau dilihat secara kasat mata ke 4 desa tersebut adalah berbatasan langsung dengan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) lokasi Ibukota Nusantara (IKN).

Sungguh sangat ironis, IKN sementara di bangun dengan gedung-gedung nan mewah dan menjadi ikon Negara Indonesia akan tetapi disampingnya terdapat desa dengan predikat sangat tertinggal.

Salah satu warga Bongan, Halim mengatakan seharusnya IKN jangan dulu di bangun, kalau bisa daerah penyangga disekitarnya harus diprioritaskan, agar akses sekitar IKN dapat tersentuh pembangunan infrastrukturnya.

“Kami bangga kehadiran IKN di Kaltim, akan tetapi daerah kami juga harus menjadi prioritas pembangunan terutama di 4 desa tersebut yang sangat tertinggal,” katanya.

“Mohon pemerintah pusat maupun daerah untuk lebih peduli nasib warga yang masih terisolir akibat predikat desa sangat tertinggal dan sangat merindukan kue pembangunan dapat di laksanakan di daerah kami,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMPD Kaltim Aswanda menerangkan dari total 841 desa di Kaltim, saat ini masih tersisa 5 desa yang berstatus tertinggal. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun 2022 lalu yang berjumlah 17 desa.

Ia menjelaskan penilaian status desa itu dilakukan langsung oleh Kementerian berdasarkan indikator-indikator yang termuat dalam Indeks Desa Membangun (IDM). “Indikator penilaiannya seperti ketahanan sosial, ekonomi, lingkungan, kesehatan,” ucapnya.

Pihaknya berupaya untuk di tahun 2024 kelak tak ada lagi desa tertinggal, pihaknya sangat optimis akan meningkatkan status dari desa tertinggal menjadi berkembang. “Kita bersama kabupaten kota berupaya untuk tingkatkan status desa menjadi berkembang di 2024 nanti,” pungkasnya. (Zlf)