SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kaltim Andi Harun mendorong Organisasi Kaukus Perempuan Politik Indonesia mampu mendorong keterwakilan perempuan di Parlemen memenuhi 50 persen.
Hal itu bisa dicapai dengan mendesign strategi perjuangan perempuan agar keterwakilan perempuan di parlemen terpenuhi sekurang-kurangnya sebanyak 30 persen “Diharapkan bisa mampu memenuhi 50 persen ditahun 2030. Saya sarankan agar KPPI senantiasa fokus pada misi utama, KPPI berfungsi sebagai forum atau organisasi yang melakukan upaya pendidikan, penyadaran dan advokasi terhadap kepentingan perempuan didunia politik di Kalimantan Timur,” urai Andi Harun dalam rapat audiensi dengan KPPI di kantor DPRD Kaltim, Senin (13/1).
Dalam Audiensi tersebut KPPI mengatakan bahwa saat ini mereka akan malaksanakan Rakerda sebagai kelanjutan dari Rakernas. Selain itu disampaikan pula pentingnya para aktivis perempuan disemua Partai Politik untuk bisa aktif di kaukus perempuan.
“Ini butuh strategi, perjuangan yang konsisten untuk mencapai itu. KPPI harus menjadi pendorong dan pemantau atas lahirnya kebijakan publik yang berkaitan dengan politik perempuan atau setidak-tidaknya tidak merugikan kepentingan politik perempuan,” kata Andi Harun.
Andi Harun juga mengatakan bahwa KPPI harus menjadi pusat rujukan dan komunikasi dari kepentingan politik bidang pembangunan. Sehingga diharapkan KPPI bisa fokus pada tugas dan pemberdayaan KKPI kedepannya.(ar)
�





