INSPIRATORNEWS.COM MAHULU – Kondisi jalan poros Long Bagun ibukota Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menuju dua Kecamatan yakni Long Pahangai dan Long Apari yang berbatasan langsung dengan Serawak Malaysia sungguh ironis dan sangat memprihatinkan dan tidak pernah mendapat perhatian terutama dari pemerintah pusat.
Menurur Silvanus warga Kecamatan Long Apari mengatakan kepada Media Inspiratornews.com Kamis (2/2/2023) bahwa cukup lengkap penderitaan warga dua kecamatan ini karena jalur transportasi sangat sulit dilalui apalagi kalau musim penghujan seperti saat ini.
“Kami sebagai bagian NKRI yang tinggal di daerah perbatasan memohon kepada pemerintah utamanya pemerintah pusat untuk membantu membangun dan memperbaiki akses jalan utama menuju dua kecamatan sampai batas negara,” kata Silvanus.
“Tolong Bapak Presiden Jokowi melihat dan merasakan langsung kondisi kami dan seluruh warga dengan keterbatasan dan ekonomi sulit, harga sembako melambung tinggi untuk segera diatasi,”ujar Silvanus berharao.
Sementara itu, Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun bersama tim baru-baru ini meninjau jalan dari Long Bagun, Ibu Kota Mahakam Ulu, menuju Kecamatan Long pahangai dan Long Apari pekan lalu.
Avun bersama tim merekam video perjalanan tersebut memperlihatkan kondisi jalan yang rusak.
Dari video, kondisi jalan tanah dengan lumpur tebal saat musim penghujan tiba. Ban mobil hanya bisa bergerak di tempat karena licin. Antar mobil harus saling menarik menggunakan tali. Jika tak mempan, alat berat turun evakuasi. “Kondisinya rusak parah.
Hasil pengecekan di jalan, ada mobil yang 4 malam tidur di sini (jalan),” ungkap Avun melalui video testimoni yang ia rekam sendiri. Panjang jalan dari Long Bagun sampai Long Apari, kecamatan terujung yang bersisian dengan batas Malaysia kurang lebih 200-an kilometer, melintasi Long Pahangai.
Avun mengaku pemda Mahulu pun Pemprov Kaltim tak mampu membangun karena keterbatasan anggaran. Perlu campur tangan pemerintah pusat.
¹“Kalau bangun jalan di sini dengan medan sulit, duit Rp 100 – 200 miliar saja di sini enggak ada apa-apanya. Keuangan daerah tidak mampu, perlu pemerintah pusat,” kata Yohanes Avun
Total kampung yang berada di dua kecamatan tersebut sebanyak 23 kampung. Dengan rincian 13 kampung berada di dalam wilayah Long Pahangai dan Long Apari ada 10 kampung, dengan jumlah berkisar ribuan kepala keluarga. (zlf)





