Temu Millenial MHG Part 4 : Ini Harapan Perantau Asal Barru Di Morowali

Nasional335 Dilihat

Temu milenial ke empat yang diselenggarakan mudassir Hasri Gani pada kesempatan ini mengangkat tema menyapa warga Barru perantau dimorowali, tentan kita dan masa depan Barru dari sudut pandang perantau.

Warga Barru merantau ke morowali mengadu nasib sejak 7 tahun terakhir ini, mengalami perkembangan pesat, hal inilah di dasari kurangnya lapangan pekerjaan di kampung halaman.

 

Kegiatan tersebut dihadiri pendiri kerukunan keluarga Barru di Morowali Rinaldi, dan peserta dari kalangan pekerja milenial asal barru berjumlah 53 orang peserta.

 

Temu milenial Barru part 4 ini untuk merupakan kegiatan yang pertama kalinya di luar provinsi Sulawesi Selatan, bertempat di Cafe D’Yurin sekitar kawasan industri Morowali PT IMIP desa fatufia Kecamatan Bahodopi kabupaten Morowali.

 

Pertemuan ini sebagai wujud silaturahmi dan diskusi sesama pemuda pekerja Kabupaten Barru di Morowali “Sebagian besar adalah Pekerja di kawasan Indonesia Morowali industrial park, ada celengan rindu yang dipecahkan malam ini sebagi bentuk kerinduan saya dengan teman-teman di morowali,,” ucap Mudassir.

 

Pada pertemuan ini, isu yang dibahas terkait bagaimana masa depan Barru dari sudut pandang perantau dan ketabahan hati para pekerja yang meninggalkan daerah demi mensejahterakan Keluarga di kampung halaman, rela berdesakan dengan ratusan ribu karyawan lain dan menjadi karyawan pabrik tanpa meninggalkan jiwa kebarruannya.

 

Rinaldi sebagai pendiri KKDB Morowali yang juga mengisi diskusi ini tentang keikhlasan milenial kita merantau namun tentu tidak melupakan daerahnya, bapak mudassir yang saat ini hadir ditengah-tengah kita, bukan tidak mungkin menjadi orang yang mengangkat dan mensejahterakan masyarakat Barru kedepan, terbukti kali ini beliau hadir di sini atas dasar kepedulian dan semangatnya ingin mendengar aspirasi kawan-kawan pekerja dan tokoh asal barru pertama yang meluangkan waktunya untuk kita di morowali.

 

“Pada hakikatnya kita semua tidak ingin merantau namun apa daya daerah kita tak cukup luas untuk kita mendapatkan lapangan pekerjaan, dalam kita semua tak ingin ada disini kita semua ingin kumpul bersama keluarga, dan kalau bisa kerja dikampung kenapa harus disini. terkait hal tersebut tentunya kedepan mudassir tidak hanya menjadi penyambung lidah kita didaerah, akan tetapi mudassir menjadi orang yang tepat untuk kita tempati berbagi langsung,”ujarnya.

 

Kegiatan temu milenial ini juga mendapatkan apresiasi dari salah satu peserta bernama Andis Menurutnya, kegiatan ini sangat bagus untuk silaturahmi sesama pemuda Barru.

 

“Dulu kami kesini bermodal nyali dan nekat, kami tak punya skill, dan sekarang teman-teman dari Barru sudah kesulitan untuk bekerja karena sudah ketatnya persaingan kerja, jika tak punya skill, dan memang selain daerah yang tidak punya lapangan kerja, juga tidak adanya komitmen pemerintah untuk membangun balai latihan kerja yang memadai untuk pengembangan skill, Harapan kami tentunya pemerintah membuka peluang pengembangan potensi skill di barru untuk masyarakatnya,” ucap perantau yang sudah 7 tahun di morowali ini.(*)