INSPIRATORNEWS.COM TENGGARONG – Guna untuk menekan angka Stunting dan sosialisasi KB serta keluarga sejahtera di Kabupaten Kutai Kartanegara terus digalakkan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Sebagai upaya membangun keluarga berkualitas dan menekan angka stunting. Program ini mencakup perencanaan keluarga, pengaturan rentang kelahiran, jumlah anak, hingga usia ideal menikah. Selain itu, terdapat berbagai inisiatif seperti gerakan orang tua asuh atasi stunting (Genting), Deker, Capin, dan program KBPNJP.
Sekretaris DP2KB Kukar, Mastukhah mengatakan Langkah ini dilakukan agar edukasi mengenai keluarga berencana dan pencegahan stunting tetap menjangkau masyarakat luas.
“Untuk program yang sudah dijalankan pasca Perpres Nomor 1 Tahun 2025 yang sekarang ini adanya rasionalisasi yang Alhamdulillah Biro KB tidak masuk di bagian yang terasionalisasi,” katanya, baru-baru ini.
Selain itu, DP2KB Kukar juga terus mengadakan berbagai kegiatan untuk memastikan program ini berjalan efektif. Sosialisasi dilakukan secara berkelanjutan meskipun terdapat rasionalisasi anggaran. Pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas SDM kader KB agar edukasi yang diberikan lebih maksimal dan tepat sasaran.
Dengan tetap berjalannya Program Bangga Kencana, diharapkan masyarakat Kutai Kartanegara semakin sadar akan pentingnya perencanaan keluarga dan pencegahan stunting. Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program ini demi menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
Meski pemerintah menerapkan rasionalisasi program berdasarkan Perpres Nomor 1 Tahun 2025, Biro KB tidak terdampak kebijakan tersebut. Program Bangga Kencana tetap berjalan dengan berbagai strategi, termasuk mengoptimalkan sosialisasi di 20 kecamatan melalui penyuluh lapangan, PKP, dan PLKB.
“Semoga program ini dapat berjalan di tahun 2025 ini dengan lancar dan Kabupaten Kutai Kartanegara bebas Stunting,” imbuhnya. (Zlf/ADV)











