INSPIRATORNEWS.COM SAMARINDA – Hasil dari sidak Komisi III DPRD Kota Samarinda di beberap tempat dan telah mendapat hasil positif mengenai terjadinya penyebab biangnya banjir selama ini.
Jadi biangnya itu bukan hanya dari faktor tambang batu bara saja salah satunya seperti pembukaan lahan baru untuk perumahan dan sisi lainnya adanya penyempitan sungai dan drainase ditambah lagi dengan banyaknya sampah plastik yang di buang sembarangan oleh masyarakat di sungai dan di dalam parit.
Hal itu di paparkan oleh Sekretaris Komisi lll DPRD kota Samarinda, Muhammad Novan Syahroni kepada media Inspiratornews.com di ruang kerjanya Kamis (16/9/21)
Menurut Novan untuk penanganan masalah banjir itu tidak bisa serta merta dalam sekejap bisa hilang banjirnya, tapi semuanya itu ada tahapan tahapannya untuk di lalui, seperti yang baru baru ini pemerintah kota telah melakukan normalisasi peningkatan saluran drainase di daerah tengah yang maksudnya itu di daerah perkotaan”, ujarnya.
Kemudian di terangkannya juga mengenai. Penyebab banjir itu ada beberapa faktor penyebabnya. Ungkapnya.
“Jadi sumber dari penyebab banjir itu datangnya bukan hanya dari dampaknya tambang batu bara semata, tapi juga ada dari faktor pembukaan lahan baru untuk perumahan dan faktor yang lainnya juga ikut jadi penyebab terjadinya banjir, ditambah lagi dengan ada kebijakan lain. lanjutnya, oleh karena itulah kami juga dari Komisi lll akan konsen menangani masalah banjir tersebut ke daerah hulunya, karena sumber penyebab banjir itu kebanyakan datangnya dari hulu yang membawa air kiriman menuju ke hilirnya, dan untuk mengantisipasi semuanya itu kami akan mengambil kebijakan normalisasi pengendalian banjir di sektor hulu sampai ke hilirnya agar semuanya bisa terkoneksi dengan kebijakan ini”, ujarnya.
Dan dijelaskannya juga mengenai Isu terbesar yang beredar di masyarakat sekarang ini, mengenai tudingan masyarakat terhadap tambang batu bara yang jadi penyebab banjir samarinda.
Dijelaskannya, “Menurut saya yang jadi penyebab banjir bukan hanya dari faktor tambang semata, tapi juga ada faktor lain yang jadi penyebab banjir, seperti pembukaan lahan baru untuk perumahan dan di tambah lagi dengan kebijakan pembangunan yang sifatnya bisa menghalangi dan mempersempit saluran air.” kata Novan.
Lanjutnya lagi, “blue print nya Kota Samarinda itu sudah ada dan tinggal mengeksekusinya saja dengan kondisi terkini, contohnya normalisasi Sungai Karang Mumus dengan cara melebarkan tepi sungai seperti contoh di gang Nibung dan penggusuran di sekitar Pasar Segiri, dan semuanya itu ada keterkaitannya dengan normalisasi di bagian hulunya untuk mengantisipasi terjadinya banjir besar apa bila musim hujan tiba”. bebernya.
Lanjutnya, “Jadi normalisasi penanganan masalah banjir di bagian hulu itu juga sangat penting sekali karena dari hulunya itu yang menjadi sumber biangnya banjir selama ini”. Ujar Novan menutup dari pembicaraan itu. (Amr007).











