Sudah didepan mata kongres Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Kabupaten Barru, semakin dekat.
Semua kandidat menegaskan dirinya siap berkompetisi dengan cara-cara yang sportif dan juga tanpa tekanan terhadap para pemilik suara.
Namun jelang kongres yang dilaksanakan minggu ini beberapa tim mengaku mendapat tekanan untuk menentukan pilihan, salah satunya SR yang mendapat intervensi dari oknumdesa, oknum camat, hingga lurah untuk mendukung salah satu calon ketua PSSI.
Salah satu calon ketua PSSI MHG menyesalkan kejadian ini terjadi, “Ini akan membuat organisasi sepakbola tidak akan maju jika selalu dicampurkan dengan intervensi politik praktis”
Semua pihak seharusnya menjaga sportifitas dari kepentingan politik praktis, sehingga kelak terpilih ketua Askab yang kompeten dan kredibel.(ys)





