“Cakap Menghadapi Covid 19”
Oleh: Muhammad Tariq (Pegiat Literasi)
Kulihat Ibu pertiwi sedang bersusah hati, air matanya berlinang,,,,,kini ibu sedang lara merintih dan berdoa,,,,,kulihat ibu pertiwi kami datang berbakti,,,,,Lihatlah, putra-putrimu ingin
menggembirakan ibu….(kurang lebih seperti itulah sepenggal lirik lagu yang sering berdengung pada gendang telinga saya). Dari lagu ini lah perasaan penulis merasa sedih dan resah bercampur satu padu diakibatkan mewabahnya virus Corona yang tidak kunjung berkesudahan.
Sampai hari ini di negeri tercinta Indonesia masih hangat-hangatnya pembahasan tentang mewabahnya pandemi Covid 19 atau yang dikenal dengan virus Corona.
Mulai dari cara mencegah, memberantas dan menyembuhkan pasien yang positif virus Corona sampai dengan sandiwara yang terjadi hingga saat ini masih bising terdengar di telinga kita tentang semua hal tersebut demi putunsya mata rantai penyeberan virius Corona.
Kacamata dunia menyaksikan bagaimana manusia berpangku tangan untuk saling membantu, menjaga dan berbagai serta mengasihi antara sesama dengan atas nama kemanusiaan (sosial). Semuanya menyoroti baik secara nyata maupun tidak nyata di medsos bagaimana sinergitas antara tenagah medis, aparat pemerintah, keamanan, tokoh agama, dan hingga relawan berjibaku berusaha untuk memutuskan mata rantai covid 19. Namu hingga hari ini diberbagai daerah tertentu sudah ada yang melandai namun disisi lain masih ada yang berkembang tidak mengalami penurunan sedikit pun dari kasus perkembangan virus Corona.
Realita saat ini banyaknya gejolak perselisihan untuk mencari kebenaran/kebijakan pada tatanan pemerintahan atau spesialis penangan Covid 19 dalam beradu argumentasi dan mencari data empiris untuk meyakinkan masyarakat saat ini yang sedang kebingungan menyikapi protokol dan berita media yang simpang siur kebenarannya dan bisa saja mengarah ke hoaks. Sehingga masyarakat yang merasa terdzalimi melakuka tindakan anarkis dan nyinyir di media sosial dengan harapan kebenaran hilangnya dalam menenangani pandemi Covid 19
Sudah banyak polemik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat pada setiap daerah tertentu, begitu banyak temuan kasus yang tak sejalan dengan akal sehat dan tidak diterima dengan lapang dada bagi yang berduka serta merasakan rintih sedih melihat kenyataan yang terjadi. Oleh karenanya itu agar kedaan tidak semakin keruh sudah semestinya kita harus cakap menghadapi pandemi Covid 19 tanpa ada kegaduhan, perselisihan sampai aduh fisik yang bisa menambah gejolak permasalahan, kalau ini samapai terjadi terus-menurus maka tunggu hukum rimba yang berkuasa yaitu siapa yang kuat dialah yang bertahan dan menang. Maka yakin dan percaya kedamaian dan ketenangan yang dinanti yang datang malah sebaliknya yaitu kerusuhan dan tragedi diakibatkan ketidak cakapan kita dalam menghadapi pandemi Covid 19.
Terlepas dari itu semua pentingnya menjaga imun agar tetap kuat dan stabil untuk menghadapi covid 19, ada sesuatu hal yang tidak kalah penting untuk membentengi diri kita dalam mengahadapi Covid 19 yaitu kita mesti dan harus memiliki sikap cakap Intelektual, emosional dan spiritual dalam menghadapi virus Corona yang bengis ini. Tujuannya apa agar keseimbangan jiwa religius, logika dan emosional sejalan sebagai mana mestinya untuk mengantisipasi terjadinya kegaduhan atau beda paham pada elemen masyarakat dalam menyikapi pandemi Covid 19. Wallahu a’lam bishshawab,,,.
Barru, 05/06/2020





