INSPIRATORNEWS.COM SENDAWAR – Kalau kita mengunjungi kampung Sambung kecamatan Bentian Besar kabupaten Kutai Barat maka akan melewati beberapa tantangan dan hambatan yang cukup ekstrim salah satunya adalah akses jalan darat menuju kampung Sambung yang rusak parah dan pada saat hujan jalan menjadi licin dan sangat sulit untuk di lewati.
Petinggi kampung Sambung Kastianus ketika Media Inspiratornews.com menyambangi ruang kerjanya Rabu (18/2/20) mengatakan beginilah kondisi jalan poros menuju kampung kami yang berbatasan langsung dengan kabupaten Barito Utara, kalau di lihat kondisi kampung kami sangat terisolir dan pembangunan infrastruktur yang masih minim, beda dengan kabupaten tetangga yang lebih dulu maju, mengapa kampung kami tidak maju mungkin barangkali karena kondisi jalan yang tidak baik,
Memang letak kampung Sambung ini di posisi terluar dari kabupaten Kutai Barat yaitu di mana ada 3 kampung yang terletak sama dengan kampung kami yaitu kampung Tende, Randa Empas dan Tukuq dengan infrastruktur yang serba kekurangan.

Ketika di singgung mengenai pembangunan tahun 2020 ini, petinggi Kastianus membeberkan bahwa pembangunan infrastruktur tetap yang utama termasuk pelayanan kesehatan dan pemberdayaan peningkatan aparatur kampung dan peningkatan SDM sekaligus usaha pengelolaan Bumka.
Kampung Sambung di huni 272 jiwa dengan pendapatan mereka sebagai petani dan perajin anyaman rotan dan di huni hampir sebagian besar penduduk adalah etnis Dayak Bentian mereka sangat antusias memenuhi kebutuhannya sehari-hari dengan bertani dan perajin anyaman rotan, cuma yang jadi kendala sekarang adalah hasil kerajinan masyarakat sangat susah untuk di pasarkan mengingat kondisi jalan dan akses yang jauh dari pusat kota yang menjadi pemicunya.
Makanya saya atas nama petinggi dan seluruh masyarakat kampung Sambung memohon kepada pemerintah kabupaten Kubar maupun provinsi Kaltim untuk dapat memperbaiki kondisi jalan poros menuju kampung kami yang sangat rusak karena akses jalan inilah satu-satunya yang menghubungkan ke ibukota kecamatan atau kabupaten termasuk juga sarana listrik yang masih minim, katanya.(zlf)





