Kampung Deraya Kab Kubar Yang Penuh Keterbatasan dan Infrastruktur Minim

INSPIRATORNEWS.COM SENDAWAR – Letak geografis dan posisi kampung Deraya kecamatan Bongan kabupaten Kutai Barat yang terletak berbatasan langsung dengan kabupaten Penajam Paser Utara memang pembangunan sangat jauh tertinggal dengan kampung lainnya yang ada di kabupaten Kutai Barat karena akses jalan yang rusak parah dan fasilitas umum lainnya juga belum tersedia.

Demikian penuturan petinggi kampung Deraya Salman ketika di temui di ruang kerjanya Kamis (27/2/20) mengatakan persoalan kampung Deraya sangat rumit karena ini sudah berlangsung lama dan sampai saat sekarang belum ada tersentuh pembangunan contohnya kondisi jalan poros mulai dari simpang Bongan sampai ke kampung kami kondisi jalannya masih rusak parah apalagi kalau musim hujan maka lengkaplah penderitaan warga kami.

Bukan saja masalah jalan, akan tetapi sarana listrik dan jaringan telekomunikasi juga sangat mendesak di kampung kami, kami seakan-akan seperti hidup di zaman sebelum merdeka, di satu sisi kampung lain terang-benderang dan jaringan telekomunikasi lancar akan tetapi berbalik dengan kampung Deraya yang penuh penderitaan, entah sampai kapan.

Lanjut petinggi Deraya Salman, warga kami hanya mengharapkan perbaikan jalan yang mulus menuju kota kecamatan dan sarana listrik termasuk jaringan telekomunikasi yang harus ada di kampung kami, sebab ketiga fasilitas ini yang menjadi tumpuan hidup masyarakat  dan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Suasana kampung Deraya kec Bongan kab Kutai Barat

Ketika di singgung mengenai pembangunan kampung melalui anggaran desa, petinggi Salman mengatakan sudah berjalan dengan baik, termasuk di tahun 2019 lalu sudah selesai.

Khusus tahun ini 2020, kami memprioritaskan pembangunan pembukaan jalan kampung, pembangunan lamin adat, lapangan sepak bola, peternakan sapi, bimtek kepada aparat kampung dan pelatihan kepada karang taruna dan ibu PKK.

Kampung Deraya yang di huni 170 jiwa dimana penduduknya mayoritas di huni oleh etnis Kutai dan Pasir ini dengan penghasilan sebagai petani padi dan swasta, cuma yang menjadi kendala kepada petani kami adalah ketidakmampuan para petani untuk menjual hasil pertaniannya karena kondisi jalan yang kurang baik sehingga pedagang maupun pembeli enggang datang ke kampung kami karena kondisi ini.

Kami harapkan kepada pemerintah kabupaten Kutai Barat maupun provinsi Kalimantan Timur untuk membantu membangun fasilitas umum di kampung kami, jangan kami hanya jadi penonton saja, kami tidak merasakan kue pembangunan, dan atas nama seluruh masyarakat kampung Deraya memohon kepada pemerintah untuk membangun sarana dan prasarana umum agar pembangunan kabupaten Kutai Barat dapat merata dan adil kepada seluruh kampung jangan ada yang di anak tirikan, katanya.(dn)