Jalan Gelatik Samarinda Minim Penerangan Rawan Kecelakaan dan Kriminal, Pemkot Terkesan Tutup Mata

Samarinda543 Dilihat

INSPIRATORNEWS.COM SAMARINDA – Sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda adalah kota pusat pemerintahan dan jasa perdagangan yang akan tumbuh dan berkembang sebagai kota metropolitan dan akan menjadi barometer sebagai kota peradaban dengan julukan kota Tepian Kota Samarinda dibelah oleh Sungai Mahakam dan menjadi gerbang menuju
pedalaman Kalimantan Timur melalui jalur sungai, darat maupun udara. Dengan populasi jumlah penduduk 834.824 jiwa.

Akan tetapi perkembangan kota di bawah kepemimpinan Walikota Andi Harun dan Wakil Walikota Rusmadi belum banyak tersentuh pembangunan salahsatunya adalah sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai, terutama sarana lampu penerangan jalan pada malam hari.

Seperti yang dikeluhkan warga Jalan Gelatik Samarinda, Aldo menuturkan bahwa Jalan Gelatik pada malam hari sangat gelap karena minimnya lampu penerangan di tepi jalan, apalagi jalur tersebut cukup padat pada malam hari sebagai jalan alternatif menuju Kampus Unmul dan Jalan A Yani.

Menurut Aldo, hampir setiap malam kondisi jalan gelap.dan sering terjadi kecelakaan termasuk rawan tindak kriminal.

Lanjut Aldo, banyak kendaraan roda dua maupun roda empat parkir di bahu jalan dan mengakibatkan rawan kecelakaan karena kondisi gelap gulita. Termasuk kerawanan tindak pidana pencurian juga mewarnai kejadian di wilayah tersebut.

Hal senada diutarakan Selfi, mahasiswa Unmul ini nengatakan pernah mengalami kecelakaan motor akibat menabrak mobil yang parkir di bahu jalan yang mengakibatkan tangan dan kaki terluka.

“Saya lihat sepertinya ada tempat hiburan atau cafe yang menyajikan dentuman suara musik dan kendaraan pada parkir di jalan yang membuat rawan kecelakaan,” kata Selfi.

Saya tidak tau, apakah tempat itu resmi atau ilegal karena setiap malam ramai dan mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Kami memohon kepada Pemerintah Kota Samarinda atau instansi terkait untuk memperhatikan kondisi penerangan lampu jalan tersebut agar kerawanan kecelakaan dan tindak kriminal dapat di cegah sedini mungkin,” katanya.

Sementara itu Kadis PUPR Kota Samarinda Desy Damayanti berkali-kali dihubungi melalui ponsel dan Whats App klarifikasi terkait hal tersebut belum ada respon dari yang bersangkutan. (zlf)