Diskusi Online Pemuda Lira Barru Bersama Dokter Millenial Tentang Covid19

Rabu, 15 April 2020, Pemuda lira barru mengadakan diskusi berupa dialog online dengan pemateri dari dokter milenial asal barru yakni, dr Ardiatma, dan dr Munawwir Usman.

Kegiatan ini berlangsung kurang lebih dua jam, mulai pukul 20.00 wita hingga 22.08 wita,melalui group WAG pemuda lira barru dengan membentuk komunitas kecil satgas covid19 pemuda lira barru, cukup mengundang rasa penasaran terbukti ada 115 peserta bergabung dalam group untuk menyimak dan juga bertanya.

Moderator grup syam menyampaikan bahwa kami cukup kewalahan dengan sedikitnya waktu dan banyaknya pertanyaan lewat Japri dan digrup, sementara kami mengutamakan pertanyaan lewat grup, dan membuka sesi pertanyaan kepada pemateri dengan waktu yang cukup terbatas, dikarenakan masing-masing pemateri adalah dokter yang berhubungan langsung menangani virus covid19 ini sehingga waktunya juga terbatas.

Kami merangkum dalam bentuk notulensi yang bisa di sebar luaskan hasil diskusi tersebut, ungkap syam.

Hasil Notulensi Dialog Online Pemuda Lira Kabupaten Barru


Moderator: Kegiatan ini merupakan Dialog WAG covid19 pemuda lira kabupaten barru. Seputar covid19 disulwesi selatan. Selanjutnya sesi tanya jawab, untk aturannya. Grup akan di buka umum untuk bertanya,
Pertanyaan dari peserta 3 orang pertama dilempar ke grup langsung ditujukan kepada pemateri.
Setelah pertanyaan selesai grup diambil alih moderator kembali dan dijawab oleh pemateri.
fakta, hoax pencegahan &masa depan generasi muda setelah pandemi
Bersama dokter millenial asal kabupaten barru
Pertama kami akan memperkenalkan cv pemateri kita
Pemateri pertama dr. A. Ardiatma, S.Ked
(Satgas covid19 dpd knpi sulwesi selatan)
TTL : Pekkae, Barru / 30 Januari 1990
Organisasi :
⁃ Pengurus Wilayah Persatuan Dokter Umum Indonesia sulsel
⁃ Pengurus Wilayah Majelis sinergi kalam ikatan cendikiawan muslim indonesia Sulawesi selatan
⁃ Ketua Ikatan Alumni fakultas kedokteran unismuh makassar
⁃ Pengurus wilayah BKPRMI Sulawesi selatan
⁃ Wakil ketua pemuda muhammadiyah wilayah Sulawesi selatan
⁃ ketua harian dpd knpi sulawesi selatan
Riwayat Pekerjaan :
⁃ Dokter DVI Air Asia (2014)
⁃ Dokter RS Bhayangkara (2014-2016)
⁃ Dokter RSUD Kab. Enrekang (2017-2018)
⁃ Dokter RSU Yapika Kab. Gowa (2019-sekarang)Riwayat Pendidikan :
⁃ S1 Kedokteran (2008)
⁃ Profesi Kedokteran (2012)
⁃ S2 Magister Kesehatan (2018-sekarang)
Keluarga :
Ayah : Alm. Andi Anwar Bahar Tompo
Ibu : Hj. Faridah
Istri : dr. Ummu Kalsum Muslimin Bando,S.Ked
Anak : –


Pemateri kedua
Dr (cand) drg. MUNAWIR USMAN,
S.KG. M.AP
TTL : Pekkae, Barru / 10 Oktober 1983
Pangkat / Gol : Pembina Tk.I / IVB
Jabatan : Dokter Gigi Madya
Unit Kerja : RS Undata Propinsi Sulawesi Tengah
Organisasi :
⁃ Ketua Bidang Organisasi PDGI Sulselbar
⁃ Pengurus Wilayah PDGI Sulawesi Tengah
⁃ Pengurus KKSS Sulawesi Tengah
Riwayat Pekerjaan :
⁃ Dokter PTT Pusat (2008-2010)
⁃ Dokter PNS Puskesmas (2010-2016)
⁃ Direktur RSUD Pasangkayu (2016-2018)
⁃ Dokter RS Undata Propinsi Sulawesi Tengah (2019-Sekarang)
Riwayat Pendidikan :
⁃ S1 Kedokteran Gigi (2005)
⁃ Profesi Kedokteran Gigi (2007)
⁃ S2 Administrasi Publik (2018)
⁃ S3 Administrasi Publik (2018-sekarang)
Keluarga :
Ayah : H. Usman Tassi
Ibu : Hj. Nasrah Palu
Istri : Hj. Etri Jayanti, SH
Anak :
⁃ Najwa Syakira Wirjan
⁃ Nadya Sabrina Wirjan


Moderator: Selanjutnya kami serahkan kepada ketua pemuda lira untuk menyampaikan sepatahkata


Muh Syakir : Bismillahi Rahmani Rahim,Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh Selamat malam semuanya. Selamat datang di dialog Online Seputar Covid-19 yang diadakan oleh Tim Satgas Covid 19 Pemuda Lira Barru
Semoga dengan diadakannya dialog ini, ilmu dan kesadaran kita semakin bertambah serta bermanfaat untuk kehidupan kita. Satgas Covid 19 Pemuda Lira Barru merupakan komunitas kecil yang dibentuk pemuda lira barru yang berisi mahasiswa pecinta lingkungan dan kesehatan masyarakat yang mencoba menyediakan wadah bagi masyarakat barru untuk bisa berani menyatakan dan membagi ceritanya tentang gagasan dan ilmu yang dituangkan dalam tulisan opini dan web memfasilitasi masyarakat dalam halaksi sharing pengalaman, keilmuan dan isu-isu terbaru ttg covid19 yang perlu diketahui bersama.
Sebagai lumbung informasi rakyat.
Sementara ini, pemuda lira ini bergerak melalui beberapa kegiatan seperti seminar, dialog, pengawalan isu dan juga aktivitas social kepemudaan lainnya di kabupaten barru, ini merupakan lembaga pemuda yang bebas untuk penuda barru siapapun, dimanapun, yang ingin mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Semoga kedepan kita smua dapat bersinergi dalam pencegahan musibah ini.
Salam Perjuangan…
Billahi Taufiq Wal Hidayah
Wassalamu Alaikum Wr.Wb.


Moderator: Wa alaikum salam Terimakasih kanda Muh.Syakir
Kepada peserta Mohon maaf sebelumnya dalam pengaturan dialog online ini diberlakukan fitur whatsapp yang hanya admin yang bisa mengirimkan pesan dalam grup ini yang terdiri dari saya selaku moderator, pemateri dan panitia penyelenggara dialog online. Hal ini dilakukan agar penyampaian informasi dan diskusi bisa berjalan lebih efektif dan efisien.
Untuk yang ingin bertanya nanti dibuka sesi, Sebelumnya, agar diskusi pada malam hari ini berjalan dengan baik dan berkah, marilah kita bersama membaca Bismillahirrahmanirrahim masing-masing. Baiklah untuk mengefisensikan waktu, saya persilahkan pemateri pertama pak dokter Ardiatma⁩ untuk memberikan pengantar untuk diskusi pada malam hari ini silahkan dokter


Dr.Ardiatma: Assalamu Alaikum wr wb, terimakasih moderator panitia dan para pemuda yang sempat hadir di diskusi ini..
pertama2 sy ucapkan puji syukur atas kesehatan yang di berikan oleh ALLAH SWT.. dan juga salawat ke junjungan nabiullah Muhammad SAW. covid 19 sy rasa sudah tidak asing lagi di pemikiran kita. oleh karena itu saya merasa sedikit terpancing untuk meluruskan hal-hal yang salah tentang covid 19 ini, untuk awalnya, COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus virus ini berbentuk sperti matahari (corona) dari sinilah nama ini disematkan diselubungi oleh bungkus atau kapsul lemak, seberapa bahaya virus ini? Seperti penyakit pernapasan lainnya, infeksi 2019-nCoV dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Orang tua dan orang-orang yang sebelumnya mempunyai riwayat menderita penyakit lain seperti diabetes dan penyakit jantung lebih rentan mengalami kondisi parah jika terkena virus ini, Presiden joko widodo mengkonfirmasi dua kasus positif terinfeksi virus covid 19 pada tanggal 2 maret 2020, warga depok yang sudah kontak dengan warga negara asing.sedangkan di sulsel sendiri, gubernur menyatakan terkonfirmasi pasien positif pada tanggal 19 maret 2020, Saya rasa sampai disini dulu pengantar ini nanti kita tambah saya kembalikan ke moderator.


Moderator: Terimakasih banyak pak dokter, pengantarnya awalnya, selanjutnya kami serahkan ke pemateri kedua bpk dokter Dr Munawir Usman


Dr Munawir Usman, Ass wr wb Terima kasih telah memberikan kesempatan untuk sharing diskusi di WAG ini, Sebagai pengantar diskusi ini saya memaprkan sedikit prolog perjalanan covid 19 ini, Virus corona merupakan virus yang sangat berbahaya yang menyebabkan penyakit pada manusia. Dengan proses penularannya yang sangat luar biasa cepat dan massif dengan melalui dua metode transmisi yaitu kontak langsung dan kontak media.
Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan.
Mulai flu biasa dengan gejala filek, batuk dan bisa disertai demam hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan China pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).
Awal terungkapnya kasus coronavirus di Indonesia pada awal bulan Februari dari seorang wanita yang berteman dengan warga negara Jepang yang bekerja di Malaysia.
Sejak kasus ini terungkap, pemerintah Indonesia melakukan kebijakan dengan menetapkan keadaan Indonesia sebagai darurat coronavirus. Pemerintah pun membentuk tim gugus tugas penanganan virus corona.
Sebagaimana kita ketahui dalam penanganan kasus coronavirus di beberapa negara dikenal dengan istilah lockdown dan sosial distancing.
Social distancing adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular. Yang akhirny WHO merubah istilahnya menjadi physical distancing.
Sedangkan lockdown adalah sebuah protokol darurat yang biasanya mencegah orang untuk masuk atau meninggalkan suatu daerah. Di Indonesia dikenal dgn istilah Karantina wilayah.
Pemerintah Indonesia lebih memilih menerapkan kebijakan sosial distancing dengan segala pertimbangannya. Dan berjalannya dengan waktu skitar 4-5 minggu covid 19 dikonfirmasi di Indonesia diberlakukan dibeberapa daerah PSBB, teemasuk jakarta dan bodetabek. Dan berdasarkan informasi dari beberapa media waikota makassar juga ikut mengajukan, Untuk sementara sampai disitu pengantar saya dan sy kembalikan ke moderator.


Moderator: Terimakasih pak dokter, selanjutnya kami membuka sesi pertanyaan.
Di grup ini untuk pertanyaan awal yakni 3 pertanyaan kepada pemateri,
Grup kami beri kesempatan bertanya. Bisa japri moderator bisa lngsung di grup.

Ketua Sofyan Syamsuniar : Tabe pak dokter ada pertanyaan ku cukup mengganggu beberapa hari ini, apakah virus covid 19 punya volume? dan volume yang masuk disetiap tubuh itu mempengaruhi dari besar tdknya volume virus?
Anggaplah kita ditulari oleh 5 orang secara bersamaan apakah beda efeknya pengaruhnya dengan 1 orang, ini mungkin bicara tentang ketahanan tubuh…
Ie…, saya coba logikakan ketika kita dikroyok 5 orang tentunya kekuatan kita kewalahan dibanding 1 lawan 1 tentunya kekuatan tubuh kita seimbang bahkan peluang kita untuk menang itu besar…


Dr Ardiatma: siap..Pada dasarnya, virus adalah sebuah sepotong materi genetik yang tidak dapat melakukan banyak ‘hal’ dengan sendirinya. Ia harus menyerang tubuh makhluk hidup agar dapat berkembang biak. Sebab, tanpa tubuh makhluk hidup, virus akan mati.Covid-19 sama seperti virus-virus lain yang membutuhkan inang, dalam kasus ini yaitu tubuh manusia, untuk membantunya menyebar, Virus tidak sama dengan bakteri. Ia tidak butuh makan, minum, mengeluarkan kotoran, atau beristirahat, covid 19 tidak memerlukan perpindahan entah dari banyak orang atau sedikit, yang jelasnya apabila sdh ada covid 19 pada benda-benda yang sering di sentuh, atau dari droplet yang mengenai kita, virus ini akan berreproduksi karena sdh memiliki inang yang baru..

Rahmat: Assalamualaikum Dok maaf saya mau bertanya, untuk penyebaran virus corona apakah benar bisa terjadi karena udara atau aerosol dok? Selanjutnya, untuk pencegahan penyebaran virus corona apa efektif jika hanya menggunakan masker kain dokter? Terimakasih dokter. Mohon penjelasannya?


Dr Munawir Usman : Berdasarkan beberpa hasil penelitian mengatakan bahwa corona virus ini proses penularannya hanya melalui kontak langsung yaitu droplet (percikan) bersin ato batuk penderita dan melalui kontak media ketika pasen covid menyentuh media-media yang ada seperti gagang pintu, meja dsb dan dalam waktu tertentu orang lain menyentuh media tersebut dan meneruskan menyapu bagian muka nya tanpa disadari. karena kita ketahui bahwa virus ini hanya hidup di media yang disebut reseptor dan reseptor yg paling banyak ada pada hidung, mulut dan mata. tanpa dengan reseptor, virus ini takkan mampu hidup lama. untuk masalah aerosol itu bisa terjadi tapi bukan dalam istilah air borne (kekuatan udara) . Yang dimaksud aerosol disini adalah seperti pada pelayanan pasien dokter gigi atau dokter THT, ketika melakukan tindakan perawatan gigi dgn menggunakan bur gigi, bisa terjadi aerosol dari alat tersebut mengenai orang disekitar dalam ruangan tersebut.Masker kain bisa digunakan bagi orang sehat, karena sebagai pelindung dari droplet tersebut, dan juga berfungsi sebagai pengingat kita untuk tidak membiasakan menyentuh muka sebelum mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, Tapi intinya adalah bagaimana kita bisa menjaga jarak/ phyisical distancing karena jarak yg paling aman adlah 1,8 – 2 meter. Dan kedua juga perlu saya ingatkan bahwa penggunaan masker medis bagi orang sehat juga perlu menjadi pertimbangan bagi masyarakat umum yang sehat krn apabila semua masyarakat menggunakan masker medis (N95 ato masker bedah) menyebabkan tenaga medis kita mengalami kelangkaan di RS untuk penggunaan masker tersebut. Jadi bijaknya bila keluar rumah cukup menggunakan masker non medis seperti anjuran who seperti masker kain dsb. tapi yang paling penting adalah stay at home.


Nur silawati: Dengan banyaknya kasus penolakan pemakaman pasien meninggal akibat covid-19 apakah betul bahwa pasien yang telah meninggal tidak lagi membawa virus tersebut atau bagaimna dok? Kalau sdh tidak ada, apakah salah satu alasan kenapa penanganan jenazah tetap berbeda, hanya karna faktor kehati”an?
Terima kasih atas jawabannya dok. Sehat selalu.


Dr Ardiatma: Jenazah orang yang positif terinfeksi virus corona (Covid-19) tidak akan menularkan virus dan aman dikuburkan. Sebab, Covid-19 hanya bisa hidup di sel yang hidup.
Jadi, jenazah yang sudah dikuburkan tidak menularkan virus.mengapa masih di bungkus plastik dan menggunakan prosedur covid 19? prinsipnya adalah kehati-hatian, kita juga berharap dalam penangana pasien meninggal covid 19 petugas menghindari cairan tubuh jenazah yaitu dari hidung, mulut, mata, anus, kemaluan, dan luka-luka di kulit, sebenarnya pada prinsipnya masyarakat hanya takut pasien meninggal ini menularkan virus, ini karena kurang nya pemahaman saja dan kurangnya sosialisasi pemerintah.

Moderator: Terimakasih pak dok atas pencerahannya, Selanjutnya kami buka 4 pertanyaan.


Aqua Kagome : Assalmuakm wrwb.Izin bertanyaaa… nggih Bagimana tanggapan dr/petugas kesehtan di barru terkait isu pandemi covid19. Dianggap aib.Yang akhirnya adanya pembiaran. Merasa tidak sakit …. Dan tidak mau di periksa.. tdk mau ketahuan karena malu, Apa upayaaa Yang dilakukan dokter /petugas kesehatan terkait maslah ini.. sejauh mana edukasinya. Saya tertarik mengikuti diskusi ini… karena banyak yang beredar video masyarkt dan petugas kesehatan baku gea. Krn tdk mau diperiksa. Selain itu…Ingin mempertnyakan bagimn bentuk keseriusan petugas kesehtan di wilyah sulsel mungkin khususnya di wil barru.


Dr Munawir Usman : Ini terjadi kurang sosialisasi yang meluas kepada masyarakat sehingga masyarakat kurang paham dengan keadaan seperti ini. Penderita Covid 19 sama sekali bukan lah aib, klo kita kembalikan ke agama, pasti semua umat manusia tidak ingin terpapar dengan virus ini, Dan proses transmisi virus ini juga bukan karena kesengajaan tapi ini karena musibah, Bisa saja kita terpapar virus ini di mesjid, di gereja atao ditempat peribadatan lainnya, sehingga dianjurkan oelh MUI dan pemerintah kita beribadah dirumah sja. Jadi sama sekali bukan aib. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar koperatif untuk memeriksakan dirinya apabila termasuk orang yang pernah berinteraksi dengan penderita atau orang yg pernah datang di daerah terpapar itu harus melalui edukasi terus menerus dan sosialisasi kpd masyarakat. Upaya tracing yg dilakukan oleh pemerintah dan tenaga kesehatan adalah bentuk preventif dan mapping agar virus ini tidak menyebar luas.

Reski Nanan: Assalamu alaikum Dok’ ketika seseorang positif terkena virus covid19 lalu kemudian sembuh ,apakah masih ada kemungkinan terkena kembali’ (permanen) jikalau covid19 ini sifatnya permanen adakah cara untuk mengatasinya ?


Ardiatma: WHO mengatakan panduan uji klinis adalah pasien boleh dinyatakan sembuh oleh dokter di rumah sakit setelah menjalani dua kali pengujian dengan jarak waktu 24 jam, Berdasarkan penelitian saat ini, ada periode dua pekan antara munculnya gejala dan proses penyembuhan klinis dari pasien yang terinfeksi ringan virus Corona, WHO bahwa pasien yang sudah pulih harus mengarantinakan diri di rumah selama 14 hari setelah dipulangkan.
Oleh karena virus ini tergolong cirus baru, para ahli melakukan penelitian tentang bagaimana proses pasien sembuh dan terinveksi kembali, begitu juga apakah pasien sembuh dapat menularkan kembali virus tersebut, semua masih dalam penelitian…

Fadlhi | Vandyee: Assalamualaikum pak dokter nawir. Salam Parakajoe abadaa, mantiqa 5 🤭🤭🤭 Sprt yg kita ketahui bhw ada namanya istilah PDP, ODP, OTG. Nah, khusus di barru ini PDP 1 org, ODP 0 org dan OTG sdh tercatat hingga 1.000++. Pertanyaannya, seberapa berbahayakah dari ketiga kondisi ini? Terima kasih.


Dr Munawir Usman : waasss akhy, kaefa khaaluk. Istilah PDP adalah pasien dalam pengawasan, yaitu orang yg terindikasi punya interaksi dengan orang yg positif coronavirus atau pernah ke daerah atao negara yg terdampak covid 19 dan sudah menimbulkan gejala sehingga membutuhkan perawatan di RS sehingga disebut sebagai pasien krn sudah dirawat di RS tapi belum terkonfirmasi apakah positif atau negatif corona virus. Sedangkan untuk ODP adalah orang dalam pemantauan yaitu orang yg terindikasi punya interaksi dengan dengan orang yg positif coronavirus atau pernah ke daerah atau negara yg terdampak coronavirus tapi belum menimbulkan gejala atau masih gejala ringan dan belum ada hasil lab yang menyatakan positif ato negatif covid 19 sehingga cukup melakukan isolasi mandiri dirumah hingga melewati batas masa inkubasi virus yaitu 14 hari. sedangkan OTG adalah orang tanpa gejala, yaitu orang yang memiliki interaksi yang cukup kuat dengan penderita positif corona tapi tidak memperlihatkan gejala apapun sehingga dia seperti orang sehat saja. . Dari 3 kelompok diatas yang paling dikhawatirkan adalah OTG, karena peluang penyebaran virus bisa tidak dapat dideteksi atau di tracing sehingga orang-orang sekitarnya juga menganggap dia adalah yg sehat, sehingga sangat mudah terjadinya penularan dari interaksi sehari2.

Moderator: Pertanyaan lewat japri 1 orang dari @Ummi Saif Yang kita tau tempat yg paling banyak virusnya adalah rumah sakit sedangkan yang rentan terkena virus adalah orang tua atau lansia yang mempunya penyakit cronis bagaimana dengan pasien lansia yang mempunyai penyakit cronis tersebut yang punya jadwal setiap menggu untuk kontrol ke RS ?


Ardiatma: Seiring pertambahan usia, tubuh akan mengalami berbagai penurunan akibat proses penuaan, Sistem imun sebagai pelindung tubuh pun tidak bekerja sekuat ketika masih muda. Inilah alasan mengapa orang lanjut usia (lansia) rentan terserang berbagai penyakit, termasuk COVID-19 yang disebabkan oleh virus Corona. Selain itu, tidak sedikit lansia yang memiliki penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, asma, kanker dll. Hal ini bisa meningkatkan risiko atau bahaya infeksi virus Corona. Komplikasi yang timbul akibat COVID-19 juga akan lebih parah bila penderitanya sudah memiliki penyakit-penyakit tersebut
Lalu bagaimana dengan lansia yang harus ke RS setiap minggu (kontrol)? PERGEMI (Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia) sudah mengeluarkan rekomendasi untuk para lansia agar tidak berobat kecuali jika ada kegawatdaruratan, minta nomer rs untuk menanyakan apakah ada prosedur untuk pasien kontrol?,
Jika terpaksa harus kontrol, yang harus diperhatikan adalah para lansia mengerti bagaimana cara menggunakan masker yang baik, ia tidak memegang wajahnya dan tidak memegang apapun selama di rumah sakit, rajin membersihkan tangan dengan hand sanitizer atau mintalah beliau untuk cuci tangan sesering mungkin, jagalah jaraknya dengan orang lain lebih dari satu meter, kalau perlu mintalah nomor antrean dan bawalah pasien lansia hanya sesaat sebelum nomor antrian dipanggil agar meminimalkan kontak dengan yang lain, saat bertemu dengan dokter, jangan membuka masker dan jangan menyentuh apapun. Ingat ruangan dokter sama infeksiusnya dengan tempat lain, bawa makanan dan minuman dari rumah dan tidak mampir ke tempat-tempat lain, termasuk menunggu di apotek, sebisa mungkin menghindari berlama-lama di rumah sakit, jelaskan dan terangkan secara detail keluhan yang ada, termasuk jika Anda mencurigai adanya kontak COVID sebelumnya (jika ada). Jika perlu siapkan catatan sebelum ke rumah sakit lengkap dengan pertanyaan-pertanyaan yang Anda ingin tanyakan agar waktu konsultasi menjadi efektif, intinya jika masih bisa tidak ke rumah sakit usahakan jgn dulu ke rs


Moderator: Alhamdulillah terimksh atas jawabannya Baik dokter terimakasih atas penjelasannya, izin melanjutkan ke pertanyaan selanjutnya. Kami buka 4 pertanyaan tlng ditujukan kepada pemateri siapa.


Aswal : Assalamualaikum.. Dok
Tentunya dengan adaya diskusi tentang covid-19 sangat bermanfaat bagi kita semua apakah virus covid-19 penyebaran akan lebih luas jika masyarakat melakukan aktivitas sehari hari dengan mengunakan alat APD seperti masker, kecamatan, penutup kepala dan handzanitaiser sesuai standar WHO dan melakukan jarak 1 – 2 meter, tidak berjabat tangan dan tidak menyetuh wajah sebelum menggunakan handzanitaiser Sekian & Terima kasih.


Dr ardiatma: seperti yang dinyatakan oleh presiden jaga jarak, atau physical distancing sangat berguna dalam penanganan penyebaran covid 19 ini, karena dengan menggunakan apd dan menjaga jarak bisa mengurangi transmisi perpindahan virus ini, seperti yang sy sampaikan tadi, virus ini harus mendapatkan inang baru untuk berreproduksi. jadi jika berada pada benda mati menurut penelitian akan mati 4 jam setelah berada di benda mati.

Aksan Jafar: DI RUMAH SAJA JIKA TIDAK ADA KEPERLUAN MENDESAK. #BantuPetugas Ikhtiar dan Doa Apakah kampanye ini tepat dok? Tks

Dr Munawir Usman : kampanye ini sangat tepat karena untuk memutus mata rantai virus ini hanyalah dengan cara tidak terjadinya transmisi virus tsb ke manusia dengan cara stay at home, tinggal dirumah saja. karena virus ini hanya membutuhkan masa hidup pada inangnya 10 – 14 hari saja klo dia tidak transmisi ke manusia lain maka dia akan mati dimakan oleh antibodi kita. Jadi tinggal di rumah saja, makan yg sehat dan bergizi, olahraga cukup dan istirahat yg cukup akan memutuskan mata rantai virus ini. Karena kita sendirilah yg menjadi lini terdepan melawan virus ini, kami dokter, dan tenaga kesehatan lainnya sebagai penjaga gawang terakhir dan dengan memutus mata rantai virus ini maka RS kita tdk akan kewalah menerima pasien c19 ini.

Arfanto: Apa ujungnya ini pendemi? Apakah obat cloroquine… atau apalah namanya itu memang obat untuk corona?


Dr Munawir Usman: apa ujung nya pandemi ini ? ini pertanyaan yg sulit namun klo kita membaca pendapat para ahli virus dan epidemiolog, ada dua aliran yaitu aliran pesimistik dan optimistik. Aliran pesimistik berpandangan bahwa pandemi ini akan berlangsung lama dan yang akan berakhir dengan terjadi nya Herd Immunity. Dimana virus ini akan musnah dikalahkan atau dimusnahkan oleh imunitas diri kita masing-masing yaitu antibodi kita sendiri, sehingga terjadi teori evolusi yaitu seleksi alam, siapa yang antibodinya kuat maka ia yg bertahan dan siapa yang antibodinya lemah maka dia yang akan out. Aliran optimistik berpandangan lain bahwa virus ini akan segera ditemukan anti virus nya (vaksinnya) karena seperti dengan virus2 sebelumnya atau pendahulunya yaitu SARS jilid 1 atau MERS juga akan ditemukan vaksinnya secepatnya dan terbukti kasus di wuhan berhasil menyembuhkan penderita covid hingga 90 % lebih bahkan sudah beberapa minggu terakhir sudah menunjukkan tidak adanya kasus baru. Ini yang diharapkan bahwa vaksinnya segera ditemukan dan para ahli virus telah berlomba melakukan itu.Untuk obat chloroquin, itu adalah drug of choice (obat pilihan) untuk penyakit malaria, Perlu kita ketahui untuk sekarang ini pengobatan kepada pasien C19 di RS adalah pengobatan simptomatik saja, yaitu mengobati gejala-gejala yang ditimbulkan ditambah dengan penambahan suplemen vitamin C, D dan E untuk membantu antibodi kita supaya lebih kuat lagi dan memperbaiki KU (kondisi Umum) dari pasien tsb dengan bed rest (istirahat yg cukup). Untuk itu pasien dengan gejala ringan itu cukup melakukan isolasi mandiri di rumah dengan metode perawatan seperti diatas dengan banyak konsumsi makanan sehat dan bergizi, banyak istirahat dan memperbaiki kondisi umumnya. Kecuali yg bergejala sedang dan berat tentu perawatnnya harus di RS krn memerlukan perwatan lebih intensif.

Haerul Amri: Fenomena penolakan jenazah korban C19 msh terjadi di beberapa daerah.
Bgmn sebenarnya dengan jenazah tersebut?

  1. Apakah jika “inangnya” meninggal, virus dalam tubuhnya juga ikut meninggal? Jika iya, berapa lama waktu yg dibutuhkan setelah org tersebut meninggal sampai virusnya mati?
  2. Dalam protokol pemakaman korban positif C19, jenazah dibungkus plastik, dimasukkan ke peti, kemudian petinya diplastik lagi. Kenapa demikian? Jika dimandikan dan dikafani (sebagaimana penyelenggaraan jenazah normal) oleh orang yang menggunakan APD, apakah air bekas mandi dan kafannya masih bisa menjadi media penyebaran C19?

Dr Ardiatma: apakah jika inang nya meninggal virus juga akan mati.. jawabannya iya, karena virus pekerjaan satusatunya adalah berkembangbiak/bereproduksi dengan menggandakan diri tapi harus di garis bawahi jika memiliki inang yang tepat, berapa lama, sekiranya virus akan mati sejak pasien atau inang nya meninggal karena sel-sel juga ikut mati. kenapa harus plastik dan peti, ini mengandung prinsip kehati-hatian, karena semua yang dilakukan ini masih dalam tahap penelitian.. apakah air bekas mandi masih menjadi media penularan, sampai saat ini belum ada pernyataan atau penelitian tentang mampukah virus covid ini bertahan di media air. WHO juga sampai hari ini belum mendeteksi covid ada di dalam air.

Moderator: Siap Terimakasih ilmunya pak dok sesuai komitmen kami hnya smpai pukul 22.00
Moderator memberi kesimpulan,WHO sudah menyatakan melaui hasil penelitan bahwa virus ini ditularkan dari orang keorang, tidak bergerak sendiri,kalo kita diam maka dia tidak akan berpindah, tidak akan ada penularan dari orang ke orang, Virus ini pula dibawa oleh droplet yang keluar saat bicara, batuk atau bersin, memakai penutup mulut dan hidung (MASKER) baik dari bahan kain atau bahan apapun, selapis atau lebih,secara nyata dan dapat diterlma nalar akan dapat mencegah penyebaran droplet,karena dropelt yang keluar akan langsung menempel pada permukaan dalam masker Dalam kondisi wabah SEMUA orang harus berprilaku seperti orang yang sudah terinfeksi, SEMUA pakai MASKER… SEMUA terlindungi..
#maskeruntuksemua, Baik dokter, mungkin terakhir kami persilahkan dokter untuk memberikan closing statement dan saran kepada kami selaku masyarakat luas dalam menghadapi wabah covid19 dokter Silahkan dr Ardiatma & dr Dr Munawir Usman ⁩

DR Ardiatma: terimakasih wabah ini tidak bisa hanya oleh pemerintah dan tenaga medis saja.. perlu kesadaran kita semua masyarakat agar mematuhi semua yang telah di himbaukan oleh pemerintah.tetap selalu menjaga kesehatan sendiri, keluarga dan lingkungan, stay at home, work from home, ibadah di rumah saja, keluar rumah jika mendesak saja dan memakai masker untuk melindungi diri, jangan terlalu lama di luar rumah, mandi dan cuci pakaian setelah keluar dari rumah.bersama kita memutus rantai penyebaran covid-19.indonesia bisa
kita bisa barru menang lawan corona.
Billahi fi Sabilil haq fastabiqul khairat. wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Dr Munawir Usman: Terima kasih atas peran aktif teman2 dalam diskusi WAG ini semoga bermanfaat untuk kita semua. Dan sebagai anak muda masyarakat millenial mari kita ikut berperan aktif dalam memutus mata rantai virus ini dengan ikut membantu mensosialisasikan anjuran pemerintah untuk senantiasa stay at home, ber prilaku hidup bersih dan sehat dan senantiasa mencuci tangan pakai sabun, Dan jikalau harus mendesak keluar rumah hendaknya selalu menjaga jarak, memakai masker dan menghundari kerumunan. Insya Allah bangsa Indonesia akan kuat menghadapi dan melawan Covid 19 ini jika kita disiplin untuk melakukannya. Ingat bahwa fatality rate c19 ini memang dibawah 10 % berdasarkan laporan WHO namun angka kesakitan akibat virus ini sangat luar biasa sehingga negara maju seperti amerika dan negara eropa lainnya kewalahan menghadapi virus ini. Sekian dan terima kasih. wabillahi taufiq walhidayah. assalamu alaikum wr wb.

Moderator : Untuk pertanyaan Selanjutnya silahkan personal chat ke moderator Atau bisa ke pemateri langsung bgmna pak dok Dr Munawir Usman & Dr Ardiatma⁩ karena waktu sudah menunjukkan lewat pukul 22.00. Wita Kebetulan beliau² merupakan aset bangsa millenial Barru yg punya visi, insha Allah, memajukan daerahnya. Dan sama2 kelahiran Pekkae Tanete rilau kab.Barru, group ini akan tetap buka bagi teman teman yang ingin melanjutkan diskusi grup akan kami buka setelah hasil diskusi (notulensi) malam ini kami share dalam bentuk PDF, Alhamdulilah kita sudah berada di penghujung acara dialog online mengenai covid19, terimakasih dokter atas penjelasannya secara lengkap dan komperhensif. juga kepada saudara kanda ketua umum pemuda lira barru yang telah membantu satgas covid19 mengatur jalannya seminar ini.

Sekali lagi kami ucapkan mohon maaf sebanyak-banyaknya apabila terdapat beberapa kesalahan kata serta pertanyaan-pertanyaan yang tidak langsung kami lontarkan demi efisiensi waktu.Terima kasih kepada setiap peserta yang tetap menyimak jalannya seminar ini. pertanyaan-pertanyaanya membantu sekali untuk kita semua ketahui.semoga dengan diadakannya dialog ini kita jadi lebih awas terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Saya Moderator mewakili panitia seminar pamit undur diri. Mohon maaf kepada peserta karena keterbatasan waktu, pertanyaannya kami telah efektifkan dgn sistem buka tutup grup, dan mohon maaf jika pertanyaannya belum tersampaikan karena keterbatasan waktu, sekali lg terimakasih pak dokter selamat bekerja kembali. Atas waktunya telah disempatkan kepada kami.

Laporan : Syam (moderator WAG Dialog Online covid19 Pemuda Lira Barru)