SENDAWAR – PT. Pembangkit Listrik Negara (PLN) Rayon Melak meresmikan listrik 24 jam di Kampung Muara Bunyut dan Empakuq Kecamatan Melak, simbolis dengan penekanan sirine oleh Wakil Bupati Kutai Barat bersama pimpinan PLN. Selain kegiatan peresmian diadakan pula temu publik PT PLN dengan masyarakat Muara Bunyut dan Empakuq, dihadiri Wakil Bupati Kutai Barat didampingi Asisten I Setdakab Kutai Barat, Kepala Perangkat Daerah (PD), Waka Polres Kutai Barat, Camat Kecamatan Melak, Polsek Melak, perwakilan Koramil Melak, masyarakat Muara Bunyut dan Empakuq. Di BPU kampung Muara Bunyut Kecamatan Melak. Rabu 15 Januari 2020.
Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan mengatakan, dengan diresmikannya aliran listrik 24 jam di Kampung Muara Bunyut dan Kampung Empakuq ini, seluruh masyarakat dapat memanfaatkan ketersediaan listrik ini dengan baik dan positif, terlebih dapat mendukung terwujudnya peningkatan produktifitas dibidang perekonomian, yang akhirnya dapat mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga.
Selain itu Wakil Bupati Kutai Barat tegaskan, agar masyarakat dapat secara bijak dan berhati-hati dalam pemakaian listrik, karena seringkali didapati kejadian-kejadian merugikan seperti kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik. “Oleh karena itu diharapkan masyarakat dapat memperhatikan instalasi listrik serta kondisi alat-alat listrik di kediaman masing-masing, dapat mengupayakan penghematan energi listrik,” ungkapnya.
Sementara menurut Perwakilan PT. PLN Samarinda Edi Aswan menyebutkan, berdasarkan data per Desember 2019 dari 190 kampung yang ada di Kutai Barat masih ada 75 kampung yang belum teraliri listrik dan 10 kampung teraliri listrik 12 jam serta 9 kampung teraliri listrik 6 jam. Berdasarkan data tersebut, tentu masih menjadi tugas dan pekerjaan rumah bersama Pemerintah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di bidang ketersediaan listrik.
“Saya mengingkatkan agar masyarakat bisa saling menjaga dan memelihara listrik seperti ambil bagian dalam menebang pohon minimal 3 meter dan tidak membakar sampah didekat tiang listrik demi menjaga penjaringan listrik tersebut,” ujarnya.
Camat Melak M. Japar menjelaskan, bahwa listrik ini merupakan impian masyarakat Kampung M. Bunyut dan Empakuq bertahun-tahun lalu. “Saya ucapkan terimakasih kepada PLN atas terealisasinya aliran listrik yang merupakan impian bagi masyarakat kampung ini, dan kepada pihak perusahaan seperti : PT. BEK, PT. TSA, PT. FKP, PT. GBU dan PT. TCM sudah memberikan bantuan berupa biaya pemasangan meteran listrik bagi warga sebanyak 215 rumah di Kampung Muara Bunyut dan Kampung Empakuq,” terangnya.(zlf)





